Gizi Buruk “Hantui” Kota Pasuruan

726

Pasuruan (wartabromo.com) – Persoalan gizi buruk tetap menghantui Kota Pasuruan. Pasalnya, penderita gizi buruk cenderung masih terjadi, tidak ada pengurangan.

Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mencatat kasus gizi buruk di tahun 2017 dan 2018 hanya mengalami penurunan 1 angka saja.

“Laporan di tahun 2017 ada 31, tahun 2018 ada 30 kasus, sementara di tahun ini sudah ada 1 laporan,” ungkap Shierly Marlena, Plt Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kepada WartaBromo, awal pekan ini.

Laporan gizi buruk tahun ini yang dimaksud Shierly, yakni M. Rasya Maulana, balita 14 bulan dari Kelurahan Kebonagung. Balita dari pasangan Agus Suhardiman dan Alm. Khomariyah itu divonis menderita gizi buruk dan masih mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soedarsono.

Baca Juga :   Bapaknya Tukang Bakso, Anak Sarjana

Dikatakan gizi buruk, karena Rasya kekurangan gizi hingga memiliki berat badan yang sangat kurang (sangat kurus). Kondisi ini pun menjadi atensi oleh Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

Lantaran menjadi atensi, dokter perempuan asli Pasuruan ini mengungkap pihaknya menggencarkan upaya untuk menekan angka gizi buruk. Terdapat tiga kategori yang dibidiknya, yakni kepada calon ibu dengan cara pemberian informasi kesehatan dan bimbingan. Saat ibu mengandung, dilakukan pemeriksaan Antenatal Care Terpadu (ANC) agar kehamilan sehat. Sementara kepada bayi dan balita diwajibkan mengikuti fasilitas kesehatan seperti Posyandu.

“Kita gencarkan sosialisasinya dan melalui puskesmas kita pantau pelaksanaannya,” jelasnya.

Sementara itu, hal lain yang bisa membantu menekan gizi buruk, yakni mencegahan agar anak tidak sampai mengalami kekurangan gizi.

Baca Juga :   Ini Kata Polisi Soal Penetapan Tersangka Baru Korupsi Nogosari

Ia mengungkapkan, pemberian Air Susu Ibu (ASI) hingga dua tahun disertai pemberian asupan makanan sejak anak berusia enam bulan atau MPASI, dikatakannya cukup mampu memberikan nutrisi yang lengkap.
Kemudian melakukan monitoring terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dengan rajin ke posyandu.

“Tentunya harus menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan dan minuman yang aman bagi kesehatan,” pungkasnya. (ptr/may)