Nyai Ucik: Ini Tipe-tipe Pemilih dalam Pemilu

0
642
Nyai Ucik, Ketua Panitia Istighosah dan Deklarasi Nyai Bersatu bertausiyah di depan para undangan di Halaman Graha Ad Dakhil, Kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan. Senin, (18/3/2019)

Pasuruan (wartabromo.com) – Jelang Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, ada berbagai tipe pemilih bisa diidentifikasi. Nyai Ucik Nurhidayati, sampaikan tipe-tipe ini kepada Bu Nyai lain serta para guru ngaji saat Istighosah dan Deklarasi Nyai Bersatu di Halaman Graha Ad Dhakhil, Kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Senin (18/3/2019).

Nyai Ucik, Pengasuh Pondok Pesantren Al Islahiyah Putri di Wonorejo itu ungkapkan berbagai tipe pemilih saat Pemilu nanti.

“Ibu-ibu, ada tiga tipe pemilih yang perlu kita cermati saat Pemilu,” sapa Ketua Panitia Nyai Bersatu ini kepada ibu-ibu nyai serta para guru ngaji yang datang dalam acara deklarasi dukungan kepada Capres-Cawapres Nomor 01.

Ia menyebut tipe pemilih pertama yakni pemilih ideologis, yang memilih pemimpin berdasarkan alasan ideologi.
Lek aku milih Pak Jokowi. Opo’o? (Kalau saya memilih Pak Jokowi. Mengapa?) karena beliau islam, ahlussunnah wal jamaah dan di istana dipake istighosah serta para kyai saya ada di sana,” sambung Nyai Ucik disertai riuh tepuk tangan para undangan.

Kemudian ia melanjutkan pada tipe kedua. Tipe kedua merupakan tipe pemilih rasionalis, yakni tipe pemilih yang selalu mempertimbangkan baik buruknya setelah pemimpin yang dipilihnya sudah terpilih.

Terakhir, tipe ketiga yang disebut Nyai Ucik adalah pemilih transaksionalis.
Contone ngene, Lek aku ono sing teko ngekei sembako yo tak pilih. Lek ngekei kabeh yo tak coblos kabeh, (Contohnya seperti ini, kalau ada yang datang memberi sembako ya saya pilih. Kalau semua ngasih ya tak pilih semua),” ungkapnya sambil berseloroh dan langsung disambut tawa para undangan.

Nyai Ucik pun berpesan boleh saja menjadi pemilih seperti tipe pertama dan kedua, asal tidak menjadi pemilih tipe transaksionalis.

“Jangan menjadi yang ketiga, ibu-ibu. Itu nanti tanggung jawabnya di akhirat,” pungkasnya. (ptr/ono)