2 Peristiwa Maha Dahsyat di Bulan Ramadhan

1708

Pasuruan (wartabromo.com) – Dalam bulan Ramadhan, ada 2 peristiwa maha dahsyat yang terjadi. Dua peristiwa itu ialah, Turunnya Al-Quran dan pertemuan 2 kelompok dalam suatu pertempuran, yakni perang badar.

Ust. H. Yahya Najich, Asatidz LDNU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan, bulan Ramadhan juga disebut Syahril Qur’an (bulannya Al-Qur’an). Maka dari itu, banyak ulama’ yang menyebutkan, membaca Al-Quran sebagai ibadah prioritas di bulan agung ini, selain berpuasa dan Tarawih.

Diriwayatkan, para ulama’ terdahulu sebagaimana 4 imam, Imam Abi Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad Ibnu Hambal, ketika memasuki bulan Ramadhan, membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah prioritas mereka.

Tak hanya itu, dalam kisah lain, Syekh Abdul Qodir Jaelani, juga sibuk membaca Alqur’an ketika Ramadhan. Bahkan, dikisahkan dalam satu hari satu malam, Ia khatam sebanyak 2 kali. Artinya, dalam 1 bulan, Al-Quranul Karim dikhatamkan sebanyak 60 kali olehnya.

Selain bulannya Al-Quran, dalam bulan Ramadhan terdapat peristiwa maha dahsyat antara orang islam dan orang kafir. Peristiwa itu dikenal dengan Perang Badar.

Perang ini merupakan kunci kemenangan agama Islam. Dimana dalam perang para Jendral orang kafir banyak yang tewas. Salah satunya, Abu Jahal yang notabene merupakan paman dari Nabi Muhammad S.A.W.

“Nah, makannya pada bulan puasa kita juga harus bertempur,” ujar Ust. Yahya.

Dijelaskan kemudian, bertempur disini memiliki makna melawan hawa nafsu. Bukan melawan musuh yang berwujud manusia.

Hawa Nafsu, merupakan ajakan hati atau kesenangan hati untuk melakukan perkara yang dibenci Allah. Dengan kata lain, kesenangan yang membuat kita lupa kepada Allah.

Maka dari itu, di bulan yang penuh berkah ini, Ustadz Yahya menghimbau agar seluruh umat muslim ekstra memerangi hawa nafsu. Mulai dari mata hingga telinga. Agar puasa kita sempurna, mendapat pahala

Mata, jangan sampai digunakan untuk melihat hal-hal yang dilarang Allah, seperti halnya melihat seseorang yang bukan mahram. Telinga, jangan mendengar omongan yang bersifat gunjingan.

Sebagaimana kita tahu, bahwa itu semua dapat menguras pahala puasa kita.

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan ingin pahala serta meninggalkan segala yang dilarang, maka dosanya akan diampuni Allah” tutur Ust. Yahya membacakan firman Allah.

Nah bolo, mudah-mudahan kita semua bisa mendapatkan petunjuk, pertolongan dari Allah, melaksanakan puasa sesempurna mungkin. Aamiin. (bel/may)