Ngakan Polokan ala Aboge

964

Probolinggo (wartabromo.com) – Hari ini, jemaah Islam Alif Rabo Wage (Aboge) di Kabupaten Probolinggo menggelar Salat Id. Pasca salat ada tradisi unik yang dipertahankan setiap Hari Raya Idul Fitri. Tradisi tersebut adalah Ngakan Polokan atau Makan Nasi Bersama-sama.

Usai Salat Id berjemaah, muslim Aboge di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Leces, langsung bermaaf-maafan. Suasana gembira dan haru pun membaur menjadi satu dalam merayakan lebaran. Meski perayaan ini, lebih lambat 1 hari dibanding kebanyakan umat muslim di Indonesia.

Guna mempererat tali silaturahmi, warga kemudian menggelar tradisi ngakan polokan atau makan nasi bersama-sama. Nasi ini, merupakan sedekah dari para jemaah yang dibawa dari rumahnya. Tradisi tersebut merupakan selamatan warga sebagai simbol untuk meruwat bulan Syawal. Usai doa bersama, nasi inipun disantap bareng-bareng.

“Sudah tradisi setiap lebaran seperti ini, Aboge itu kompak dan damai,” tutur Ismail Solihin, Kamis (6/6/2019).

Tidak ada yang berbeda dalam pelaksanaan Salat Id maupun bacaan dalam salat. Namun, untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, untuk muslim Aboge memang jatuh pada hari ini. Untuk menentukan 1 syawal, berlaku rumus Waljiro sesuai kitab mujarabat yang menjadi pegangan kaum ini.

“Artinya, 1 Syawal jatuh pada hari pertama (dari 1 Muharram) dengan pasaran dua. Dengan rumus ini, 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Kamis pahing, atau tanggal 6 Juni 2019,” terang Kyai Buri Mariye, tokoh kaum Aboge Probolinggo.

Di wilayah Kabupaten Probolinggo, jemaah Aboge tak hanya ada di Kecamatan Leces saja. Mereka juga menetap antara lain di Kecamatan Dringu dan Bantaran. Mereka hidup rukun dan berdampingan dengan kaum muslim lainnya, yang mayoritas NU. (lai/saw)