Diskominfo Pemkab Probolinggo Sinergikan KIM-FKPS

397

Probolinggo (wartabromo.com) – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo mempunyai trik tersendiri mempromosikan wisata, kuliner dan kesehatan. Salah satunya dengan sinergi dalam bentuk pameran di arena Eksotika Bromo 2019.

Pada pagelaran seni budaya di lautan pasir Kasiah Gunung Bromo, Diskominfo mengajak Kelompok Informasi Masyakarat (KIM) untuk menampilkan aneka ragam hasil kegiatan. Selain KIM ada juga Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dan UKM binaan PT POMI Paiton Energy. “Kita ingin menggalakkan wisata juga pendukungnya, seperti makanan tradisional. Kita ingin wisatawan Bromo menikmati sensasi kulinernya,” kata Kadiskominfo, Yulius Christian.

Untuk wilayah Kecamatan Sukapura, Diskominfo menggandeng KIM Pasir Berbisik Sukapura untuk memamerkan hasil kreasi anggotanya. Seperti kain batik tulis, aneka kuliner singkong, kripik kentang, madu lainnya.

Tak hanya KIM sekitar Bromo, Diskominfo juga memberikan peluang bagi KIM di kecamatan lainnya. Semisal dari Kecamatan Kraksaan, Paiton dan Kotaanyar, yang menampilkan aneka produk. Di antaranya batik tulis, rengginang, kripik dan aneka olahan berbahan dasar daun kelor.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah suatu lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat yang secara khusus berorentasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Kabupaten Probolinggo saat ini mempunyai 15 KIM yang tersebar.

“Jadi kita ambil dari Sukapura, ada juga dari Kraksaan, Kotaanyar dan Paiton. Mereka merupakan UKM yang terhimpun dalam kelompok informasi masyarakat,” ungkap Yulius.

Stan buah tangan wisatawan ini, pada Sabtu (13/7/2019) dikunjungi Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari dan Wakilnya, H Ahmad Timbul Prihajoko. Bahkan Tantri sempat mencoba kuliner di lokasi Stand KIM Pasir Berbisik binaan Diskominfo Kabupaten Probolinggo.

“Adanya Event Eksotika Bromo ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyakarat lokal utamanya pelaku wisata Gunung Bromo,” kata Tantri.

Bagi pengunjung Bromo, keberadaan stan ini cukup membantu mereka dalam menikmati kuliner khas Kabupaten Probolinggo. Baik kuliner tradisional maupun diversifikasi produk olahan.

“Manfaat bagi pengunjung, tidak hanya menikmati Bromo saja, tapi juga kulinernya. Sangat terbantu sekali,” kata Rhima Vhita, salah satu pengunjung Bromo.

Diketahui, Eksotika Bromo 2019 yang digelar pada 13-14 Juli masuk dalam Top 30 Events Calender of Event Wonderful Indonesia 2018 versi Kementerian Pariwisata RI dan Markplus Center for Tourism and Hospitality. Tahun lalu, Eksotika Bromo ‘hanya’ masuk di Top 100 Events Calender of Event Wonderful Indonesia. Pertunjukan seni budaya ini merupakan acara pendukung ritual Yadnya Kasada pada 17-18 Juli mendatang. (saw/**)