Buku Aidit Disita Polisi, Komunitas Vespa Literasi Lanjutkan Aktivitas

2132

Probolinggo (wartabromo.com) – Ketua Komunitas Vespa Literasi Abdul Haq (22) sangat menyayangkan aksi penangkapan anggota oleh Polsek Kraksaan. Apalagi buku-buku D.N. Aidit yang disita bukan dibeli komunitas, melainkan sumbangan dari donatur.

“Kan kita membeber buku, tidak membeli. Buku-buku itu kami dapat dari donatur dan siapapun bisa jadi donatur. Kami berniat mencerdaskan warga dengan menyediakan buku bacaan gratis, tidak ada niat lain,” kata Abdul Haq, Senin (29/7/2019).

Mahasiswa asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo ini, menyebutkan dalam mencerdaskan pihaknya menerima buku dari siapa saja. Termasuk genre buku yang akan disumbang, kecuali yang berbau pornografi. Tidak ada donatur khusus dalam komunitas yang menggunakan sarana motor Vespa ini.

Baca Juga :   Maling Gasak 2 Motor Milik Pengacara di Kota Probolinggo

Termasuk 4 buku yang disita polisi. Yakni masing-masing berjudul Aidit, Dua Wajah Dipa Nusantara; Menempuh Djalan Rakjat D.N AIDIT; Sukarno Marxisme & Leninisme dan D.N Aidit, Sebuah Biografi Ringkas.

“Buku-buku itu kita dapat dari donatur. Tidak ada maksud apapun selain untuk memfasilitasi bacaan masyarakat, bahkan kita pun belum sempat membacanya,” terang Abdul Haq.

Ia mengakui bahwa buku-buku yang disita oleh Polsek Kraksaan adalah buku-buku yang membahas tentang komunis. Meski begitu, ia memastikan bahwa buku itu hanya membahas tentang sejarah komunis di Indonesia. Salah satu cara warga negara untuk mengetahui sejarah bangsanya dengan membaca buku-buku tentang sejarah.

“Itu buku sejarah, jadi sama sekali buku-buku tersebut tidak mengajak untuk menjadi seorang komunis. Kalau bukunya dibrantas, lantas darimana akan belajar tentang sejarah bangsanya. Jangan sampai warga menerima infomasi secara sepihak saja,” ungkapnya.

Baca Juga :   Rusak Warung, Geng Motor Disanksi Disiplin

Walau literasi yang dikembangkan diganggu aparat, Abdul Haq tetap berkomitmen melanjutkan kegitan baca gratis. Ia mengaku tidak akan berhenti bergerak di bidang literasi untuk terus mengembangkan pengetahuan anak bangsa.

“Kami akan lanjutkan kegiatan kami. Dan kami juga berharap buku-buku tersebut bisa dikembalikan. Katanya Senin (hari ini, red) saya akan dipanggil ke polsek lagi,” tandasnya. (saw/saw)