Pesan Korban Laka untuk Pelanggar Lalu Lintas

877
Dana Lesmana (28), saat menceritakan kisah kecelakaan yang membuat kaki kanannya diamputasi. Pria asal Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan ini mencoba mengingatkan kepada para pengendara motor yang kena tilang di sekitar Alun-alun Bangil, Kamis (5/9/2019).

Bangil (WartaBromo.com) – Ada hal berbeda pada kegiatan operasi Operasi Patuh Semeru 2019 di Alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/9/2019). Seorang pria korban kecelakaan dihadirkan, sampaikan pengalaman tak menyenangkan yang dialami.

Pria itu adalah Dana Lesmana (28), warga Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Duduk di atas kursi roda, ia terlihat serius berbagi cerita ke para pelanggar lalu lintas yang terjaring polisi.

Menggunakan mikrofon yang disediakan, Dana mengajak semua pelanggar lalu lintas untuk mulai mengubah budaya negatif dalam berlalu lintas.

Ia mengungkapkan selama ini masih banyak dijumpai, pengendara motor tidak mengenakan helm atau malah ugal-ugalan.

“Itu mestinya harus dihindarkan,” kata Dana.

Terpisah, Dana bercerita tentang peristiwa kecelakaan yang dialami di jalanan wilayah Cowek, Kecamatan Purwodadi, pada tujuh bulan silam.

Ketika itu, ia mengendarai motor dalam perjalanan pulang setelah bekerja sebagai juru parkir di pasar Nongkojajar.

“Di tengah perjalanan, saya propokan (bertabrakan) dengan mobil. Saya naik, mobil itu turun,” ujar Dana.

Ditegaskan, sebenarnya ia juga kenakan helm, beratribut standar, bahkan tetap berhati-hati. Hanya saja, sikap kehati-hatian itu, sepertinya harus dipahami oleh semua pihak, sehingga tidak membahayakan pengguna jalan lain.

Seperti yang dialami Dana, karena ada sikap kurang kehati-hatian dari pengemudi mobil, sehingga kaki kanannya harus diamputasi.

Tak mencoba menyesali atau bahkan menyalahkan, ia saat ini hanya bisa menerima dan menyadari, jika celaka yang diterimanya merupakan takdir.

“Saya sekarang dengan satu kaki. Makanya, saya berbagi. Saya ingin, orang bisa sadar dan jangan sampai seperti saya. Mudah-mudahan, cerita saya bisa membuat yang lain lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Upaya Dana diapresiasi. Seorang pelanggar lalulintas, Saiful mengakui mendapatkan pesan dan kesan mendalam dari pengalaman yang disampaikan Dana.

“Intinya, saya merasa mendapat gambaran bahaya ketika tak berhati-hati di jalan,” ujar Saiful, yang mengaku warga Kalianyar, Bangil.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho mengakui sengaja menghadirkan korban kecelakaan pada kesempatan operasi kali ini.

“Kami ingin menyentuh psikologis mereka. Kami ingin ada cerita langsung dari korban kecelakaan,” ucap Bayu Halim. (ono/ono)