Rehab Taman Kota Pasuruan Telan Rp3,7 M

599

Pasuruan (wartabromo.com) – Taman kota kebanggaan warga Kota Pasuruan sedang dalam tahapan renovasi. Proyek ini menelan biaya Rp3.749.078.000.

Salah satu ruang terbuka hijau yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan ini bakal dipercantik dengan merenovasi ulang pada beberapa bagiannya.

Terlihat pagar seng menutupi seluruh area taman sebagai pertanda jika di dalamnya sedang ada proyek pekerjaan renovasi taman kota.

Rudiyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan mengatakan, Taman Kota Pasuruan itu tidak akan seratus persen diubah bentuknya.

Ia memastikan tetap mempertahankan nilai historis yang ada pada fasilitas publik yang berada di pusat kota itu.

Proyek berlangsung mulai 28 Agustus dan direncanakan berakhir 25 November 2019 mendatang ini akan lebih memfokuskan pada bagian lantai. Seperti tetap mempertahankan area tengah taman yang arsitekturnya mirip lantai dansa.

“Yang jelas akan semakin cantik dengan tidak mengubah bentuk aslinya. Nilai historisnya akan tetap dipertahankan,” ujarnya.

Ugik Endarto, salah satu warga yang biasa menggelar berbagai kegiatan literasi di Taman Kota Pasuruan ini berharap, pekerjaan ini berjalan optimal sehingga dapat menyuguhkan ruang publik yang semakin memberikan manfaat untuk masyarakat.

Ia menilai, sejauh ini Taman Kota Pasuruan seakan kurang nyaman dimanfaatkan untuk bercengkrama dengan keluarga. Beberapa fasilitas yang ada juga kurang berfungsi.

“Sejauh ini, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tempatnya gelap. Tidak ada fasilitas umum. Yang ada hanya hamparan paving saja. Coba bandingkan dengan kota lain, benar-benar dapat dimanfaatkan untuk bercengkrama dengan keluarga,” ujarnya.

Hanya saja ia sedikit menyesalkan, pekerjaan rehab taman kota ini tanpa sosialisasi sebelumnya. Hal tersebut berpengaruh mengganggu kegiatan pada komunitas literasinya.

Sepekan lalu, komunitasnya mengadakan pelatihan puisi gratis untuk masyarakat. Namun, kini sedikit terhambat karena ada pekerjaan proyek renovasi taman.

“Sudah mendatangkan ahli dari Malang dan woro-woro sudah nyebar. Eh tahu-tahu Tamkot dipagari. Terpaksa deh kita ngemper di sekitaran Tamkot. Tapi Alhamdulilah kelas puisinya tetap lancar,” keluhnya. (ptr/ono)