Hiu Paus Terjebak Kanal PLTU, Aktivis Sebut Lalai

493

Probolinggo (wartabromo.com) – Aktivis lingkungan hidup menyebut terjebaknya Hiu Paus di kanal PLTU Paiton Probolinggo sebagai bentuk kelalaian. PLTU sendiri berencana membuat jaring (screen) dari baja nirkarat (stenlis) atau serat (fiber), berharap Hiu Paus (whaleshark) tak kembali terjebak di kanal pendingin turbin.

Ketua Komunitas Binor Green Comunity (BGC), Anton Sumarsono, mengatakan perusahaan yang ada di komplek PLTU Paiton Probolinggo lalai. Sebab, masuknya Hiu Paus ke intake kanal bukan hanya sekali.

“Sebelumnya juga pernah ada dengan ukurannya jauh lebih besar, kalau sekarang masih anakan paus. Tapi yang saya bingungkan kenapa masih terjadi lagi,” ujarnya, Jumat (20/9/2019)

Kejadian yang terakhir itu, menurutnya adalah mutlak kelalaian PLTU Paiton. Sebab tidak ada perbaikan berupa pemasangan jaring (screen) di pintu utama kanal, yang menurutnya sudah harus dilakukan setelah terdapat hiu yang terjebak sebelumnya.

“Disebut apalagi kalau bukan lalai. Kenapa masih tidak mengambil pelajaran dari kejadian yang dulu. Apalagi lautan di sini itu bersih yang biasanya banyak plankton yang merupakan makanannya,” tegas pria yang akrab dipanggil Soni ini.

General Manager PT PJB UP Paiton, Mustofa Abdillah mengatakan PLTU Paiton berencana memasang jaring (screen) dari baja nirkarat atau baja tahan karat (stainless steel). Bisa juga dari serat (fiber), tergantung dari hasil kajian.

Hal itu disadari, karena sebuah material mudah terjadi kerusakan saat terendam air laut

Jaring ini akan dibangun untuk menggantikan jaring karet yang dipakai saat ini. Jaring yang berhasil diterobos oleh hiu tutul remaja.

“Itu yang bisa menghalau, ukurannya lebih kecil lagi (lebih rapat, red). Tapi ada konsekuensi, semakin rapat akan membuat beban pompa semakin berat. Ada potensi mengurangi operasional,” ungkap Mustofa saat dikonfirmasi secara terpisah.

Panjang kanal PLTU Paiton sekitar 1,5 km dengan lebar 21 meter dan kedalaman 9 meter. Lebar pintu utama kanal sepanjang 55 meter. Arus air yang masuk 0,8 meter per detik. Pada kanal ini, ada 5 intake yang difungsikan dengan penyekatan arus.

Dalam sehari PLTU Paiton Probolinggo mampu memproduksi 4.700 MW dan menyuplai 15 listrik untuk Jawa-Bali.

“Air laut ini, kita gunakan sebagai pendingin kondensor, pendingin sistem PLTU. Akan tetapi kita tidak bisa membuat jaring dalam bentuk yang lebih tebal, seperti beton. Karena memang akan semakin membuat berat pompa untuk menarik air, sehingga dibentuk atau dibuat seperti jaring-jaring,” terang Mustofa lebih lanjut.

Masuknya hiu paus ke intake kanal PLTU Paiton bukanlah yang pertama kali. Dari catatan wartabromo.com pada 31 Januari 2015, ada yang terperangkap. Kemudian pada 10 Februari, hiu paus dengan panjang sekitar 6 meter dan memiliki berat 6 ton, ditemukan mati dengan luka-luka. Kematian itu diduga akibat gesekan dengan screen intake.

Kemudian pada Kamis, 2 Agustus 2019, juga ada Hiu Tutul yang masuk ke kanal PLTU. Waktu itu, hiu ini dilaporkan bisa kembali ke lautan lepas. Terakhir pada Kamis, 12 Sepetember 2019 dan berhasil dievakuasi ke Selat Madura pada Kamis, 19 Sepetember. (cho/saw)