Akui Kecolongan Ada Begal, Kapolres Lumajang Minta Maaf

2140
AKBP Arsal Sahban, Kapolres Lumajang.

Lumajang (WartaBromo.com) – Kapolres Lumajang tulis permohonan maaf terkait kejadian begal yang menewaskan salah satu warga Jember. Ia kemudian memerintahkan Tim Cobra untuk mencari pelaku bahkan menembaknya.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban menuliskan surat terbuka pada Minggu (22/9/2019) di grup Facebooknya. Ia memintaa maaf kepada warga karena kecolongan akan kejadian ini.

“Ini tentu merupakan tanggung jawab saya. Saya sangat merasa bersalah atas kejadian ini,” ujarnya.

Arsal kemudian memerintahkan Katim Cobra untuk bisa menangkap pelaku pembegalan di wilayah Kedungjajang, Lumajang. Bahkan para pelaku harus ditembak di tempat.

“Pelaku begal saya halalkan darahnya. Silahkan bagi masyarakat untuk menumpas, jangan takut dan ragu,” tambahnya.

Polisi dengan dua melati di pundaknya ini juga meminta warga yang mengetahui informasi terkait pelaku pembegalan, melapor ke petugas.

“Saksi akan kami lindungi dan kami rahasiakan,” lanjutnya.

Meski begitu, pernyataan mengenai penghalalan darah pelaku begal ini menuai berbagai komentar warganet. Selain mereka ikut bersemangat menumpas begal, warga net juga menyoroti terkait kewajibannya secara tersirat untuk “melukai” begal.

Sampai berita ini ditulis, Arsal belum mengkonfirmasi maksud dari pernyataan tersebut. Pesan yang dikirim oleh wartabromo sejak pagi belum terbalas.

Diberitakan sebelumnya,sSepasang suami istri jadi korban begal motor saat melaju di jalan baru Desa Wonorejo Kec. Kedungjajang Kab. Lumajang, Sabtu (21/9/2019). Sang suami tewas akibat aksi begal sadis ini. (may/ono)