Sumpah Pocong di Wonorejo Gara-Gara Isu Hoaks

2438

Wonorejo (wartabromo.com) – Warganet dihebohkan dengan sumpah pocong yang dilakukan oleh pria asal Wonorejo. Terungkap, prosesi sumpah pocong tersebut terjadi lantaran disulut isu hoaks yang berkembang di warga sekitar.

Sugeng Hariadi, Camat Wonorejo membenarkan video yang diunggah oleh salah satu warga net di Grup terbuka Info Wonorejo Pasuruan terjadi di wilayahnya. Pengambilan sumpah ini dilakukan oleh warga di Dusun Baran, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

“Iya benar terjadi tadi malam, namun saat ini suasana sudah kondusif,” ujar Sugeng kepada Wartabromo, Jumat (27/9/2019).

Sugeng menjelaskan, pria paruh baya yang mengucap sumpah bernama Mukri. Sebelumnya, ia dituduh memiliki ilmu hitam atau santet hingga terpaksa menjalani prosesi pengambilan sumpah pocong.

Tuduhan tersebut dilakukan orang tak bertanggungjawab, yang mengatakan Mukri telah mengguna-guna kerabatnya sendiri hingga mengalami sakit.

“Yang menuduh itu bukan saudaranya, tapi orang lain yang menyebarkan isu hoaks tidak bertanggungjawab,” tandas Sugeng.

Setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak, barulah diketahui jika kerabat Mukri ini tidak disantet, melainkan menderita stroke.

“Alhamdulillah, sudah jelas semua permasalahannya dan desa ini kembali aman,” imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 4 menit 37 detik beredar di dunia maya. Tampak seorang pria seperti tokoh agama menjadi pemandu jalannya prosesi pengambilan sumpah pocong. Ia berhadapan dengan pria berkacamata yang menyatakan sumpahnya.

Dalam video berbahasa jawa itu, pria yang disumpah ini berjanji dan mengelak bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki ilmu santet seperti yang dituduhkan.

“Wallahi, aku gak nduwe ilmu santet, lek nduwe ilmu santet, di bulan dan tahun iki aku loro gak waras-waras utowo mati, (Demi Allah, saya tidak punya ilmu santet, kalau punya ilmu santet, di bulan dan tahun ini saya sakit tidak sembuh-sembuh atau mati,” ujar lelaki berkacamata dan bersongkok itu.

Setelah pengucapan janji ini kemudian pria yang disumpah berbaring di atas kain kafan. Warga kemudian melilitnya dengan kain kafan, layaknya mengkafani orang meninggal. (ptr/may)