Cari Air Bersih, Pemkab Probolinggo Berencana Bor Lautan Pasir Bromo

1060

Probolinggo (wartabromo.com) – Kekurangan pasokan air bersih masih melanda Kabupaten Probolinggo. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat pun berencana melakukan pengeboran di Gunung Bromo.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo mengatakan, rencana itu masih sebatas kajian.
Kondisi topografi kawasan Gunung Bromo seperti cawan, diperkirakan dapat menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan warga sekitar.

Itu terlihat, ketika pada saat hujan, acapkali terjadi limpasan air. Air limpasan hujan ini, akan menyusut setelah 2-3 jam pasca turun hujan.

“Kami menduga ada sungai bawah tanah di sekitar lautan pasir. Di mana air hujan yang turun akan hilang atau terserap dengan sendirinya. Kondisi itu, membuat kami berasumsi ada sungai bawah tanah yang bisa dimanfaatkan,” ujar Tutug, Jumat 11 Oktober 2019.

Baca Juga :   Mau Nikmati Bromo Tanpa Harus Tunjukkan Rapid Antigen? Cek Titik-titiknya Berikut ini

Asumsi itu, kata Tutug, ditindaklanjuti oleh Bappeda dengan berkirim surat ke Bageol (Badan Geologi) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Dalam surat itu, Pemkab Probolinggo meminta bantuan Bageol, intuk melakukan penelitian potensi sumber air di lautan pasir Bromo.

“Kami sudah berkirim surat ke Bageol. Belum ada jawaban dari pihak sana,” ungkapnya.

Tutug menjelaskan, penelitian itu bertujuan mengetahui potensi sumber air bawah tanah di lautan pasir Bromo. Bilamana terdapat potensi sebagaimana yang diperkirakan, pihaknya juga bakal berhitung, berapa besar debit air yang bisa diambil.

Kajian juga diharapkan dapat mengukur, sampai sejauh mana dampak pengeboran air tersebut pada lingkungan sekitar. Apalagi Gunung Bromo termasuk gunung api aktif.

Baca Juga :   Jazz The Museum Sita Perhatian Pecinta Jazz Probolinggo

“Kalau hasil penelitian dari Bageol oke, maka akan kami tindaklanjuti dengan menyusun studi Kelayakan (Feasibility Study). Yang hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan suatu proyek dijalankan, ditunda, atau tidak dijalankan,” terang mantan Kadiskominfo itu.

Jika rencana pengeboran sumber air di lautan pasir Bromo terlaksana, maka airnya akan dimanfaatkan bagi warga di sekitar. Saat ini, warga memanfaatkan sumber air yang terdapat di Lereng Pegunungan Tengger. Di saat musim kemarau, mereka kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. (saw/saw)