Kebakaran Hutan Dekat PLTU Paiton Ganggu Pengendara

416

Probolinggo (wartabromo.com) – Kebakaran hutan terjadi di perbatasan Kabupaten Probolinggo-Situbondo pada Jumat malam, 11 Oktober 2019. Asap pekat mengganggu pengendara motor yang melintas di jalur pantura ruas PLTU Paiton.

Kebakaran hutan berada di petak 12 Resor Pemangku Hutan (RPH) Banyuglugur Kabupaten Situbondo, terjadi sejak siang hari tadi.

Besarnya angin yang bertiup, membuat api sulit dipadamkan. Bahkan, api semakin meluas dengan mengarah ke barat menuju hutan di atas PLTU Paiton Probolinggo. Hingga pukul 21.30 WIB, api mulai mendekati Jalan Raya Pantura Probolinggo-Situbondo atau timur PLTU Paiton.

“Asap api sudah mulai mengarah ke Jalan Raya Pantura dan menutupi pandangan para pengguna jalan. Saya perjalanan dari arah Paiton menuju Banyuwangi. Tapi sesampainya di kawasan puncak atau mendekati perbatasan, suasana jalan sudah dipenuhi asap,” keluh Husein Taufik, seorang pengendara asal Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Pandangan yang terganggu oleh asap, membuat pengendara motor menjadi was-was. Apalagi lampu penerangan yang berada di timur PLTU Paiton minim. “Penerangan jalan saja yang sudah minim membuat saya was-was, apalagi ditambah adanya asap. Jadi saya terpaksa berhenti, karena setelah melintasi asap, mata terasa perih,” ujar pria berkumis tipis ini.

Yusuf (38), salah seorang warga sekitar mengatakan, kalau kebakaran sudah terlihat sejak siang tadi. Akan tetapi tidak terlalu besar, sebelum akhirnya merembet ke arah barat.

“Kalau melihat cuaca sekarang, diperkirakan api bakal terus merembet. Bahkan bisa jadi akan sampai ke pemukiman dan PLTU,” prediksinya.

Prediksi Yusuf cukup beralasan. Karena kondisi hutan yang sangat sulit, menyebabkan mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk. Sehingga pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual. Terlebih, tumbuhan di kawasan hutan tersebut dominan kering. “Damkar gak bisa masuk pak. Semoga saja tidak menjalar ke arah PLTU,” kata Yusuf.

Hingga berita ini ditulis, api masih terlihat dari kejauhan. Belum ada pernyataan resmi dari pimpinan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Probolinggo, selaku pihak yang membawahi RPH Banyuglugur. (cho/saw)