Ningsih Tinampi, “Sakti” setelah Diselingkuhi Suami

22882
“Berat banget ujiannya, berat banget.”

Laporan : Maya Rahma

NINGSIH Tinampi, warga asal Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini tiba-tiba menjadi perbincangan warganet. Perempuan ini viral setelah bisa menyembuhkan ribuan orang sakit.

Ilmu menyembuhkan orang sakit, ternyata didapatkan melalui proses yang panjang. Ningsih mengaku mengalami ujian cukup berat sebelum mengetahui jika memiliki ilmu ini.

“Berawal dari suamiku, dia ibaratnya punya selingkuhan. Aku kondisinya galau, sedih banget. Setiap hari mendukun (pergi ke dukun, red),” ceritanya.

Dalam sehari, Ningsih bisa bolak-balik ke dukun dengan menghabiskan biaya Rp400-600 ribu. Hal ini untuk menyembuhkan suaminya yang terkena guna-guna dan selingkuh.

“Berat banget ujiannya, berat banget. Suami yang sangat setia, sayang sama anak keluarga, akhirnya jadi siluman dalam keluarga. Bahkan saya mau dibunuh, tidak menghiraukan anak, tidak mau sama sekali. Ya wes ilang semua. Ternyata ini menuntun saya,” ujarnya.

Singkat cerita, setelah perjalanan panjang itu, suatu ketika Ningsih bertemu dengan tetangga kampung bernama Damon. Saat itu, Pak Damon bilang kepada Ningsih jika ia sesungguhnya memiliki kemampuan khusus.

Salah satu ujian sebelum mendapatkan ilmu itu, yakni kondisi suami yang tiba-tiba berubah.

“Nggak usah diobati suaminya. Kalau suami diobati percuma. Ia diguna-gunanya sudah terlalu dalam, ya itu ujianku,” kata Ningsih menirukan nasehat Pak Damon.

Perempuan ini akhirnya rutin diberi ‘minuman’ supaya kondisi psikisnya tenang dan tidak terlalu memikirkan sang suami. Hingga suatu hari Pak Damon mengatakan jika Ningsih sudah bisa membantu menyembuhkan orang sakit.

“Disuruh nyoba ngobati orang. Ya aku kaget ya’apa carane ngobati,” lanjutnya.

Lalu tiba-tiba sebuah mimpi datang saat Ningsih terlelap. Dalam mimpi tersebut, Ia melihat rumahnya ramai dikunjungi orang sakit. Ada yang sakit kanker, atau terkena guna-guna. Di situ kemudian Ningsih menemukan petunjuk.

“Ngobatinya kamu nanti sama orang, walau kamu tendang, pukul, yang penting kamu sentuh, insya Allah sembuh,” kata Ningsih saat menirukan dialog di mimpinya.

Cara ini kemudian dipraktikkan Ningsih saat mengobati pasien pertama yang mengalami masalah dengan kakinya. Ningsih kemudian menendangnya, selain membacakan Alfatihah. Pasiennya pun sembuh dan bisa berjalan normal kembali.

“Yang penting doa, alfatihah saja,” ungkapnya.

Simak Videonya : Cerita Dibalik Kesaktian Ningsih Tinampi

Dari sinilah kemudian Ningsih rajin mencari pasien. Ia berniat menolong warga yang sakit dengan kemampuannya. Ningsih pun tak pernah mematok harga untuk para pasiennya itu, karena niatnya murni menolong.

“Saya keliling cari orang sakit. Saya ngerasa saya bisa ngobati. Tapi ndak ada yang tau saya bisa ngobati. Lama kelamaan banyak orang sakit yang ta datangi, terus saya cari janda-janda tua yang tidak mampu dan sakit juga saya obati,” pungkasnya.

Kini, Ningsih tak perlu lagi berkeliling. Rumah yang sehari-harinya sepi, sekarang sudah dipenuhi pasien. Perempuan ini pun sempat kuwalahan dan membatasi hanya menangani 150 pasien per hari. (*)