Pelajar Filipina dan Malaysia Berguru Program KB ke Ponpes Al-Yasini

1048
Santri Al-Yasini dan pelajar Filiphina Malaysia saat belajar mengenai Program KB.

Pasuruan (wartabromo.com) – Pelajar asal Malaysia dan Filipina berguru ke Pondok Pesantren Al-Yasini. Bersama para santri, mereka belajar mengenai materi reproduksi dan program keluarga berencana.

Disambut rebana, 12 pelajar Piliphina dan 2 pelajar asal Malaysia ini datang ke Ponpes Al-Yasini, Areng-areng Barat, Ngabar, Kecamatan Kraton.

Mereka belajar bersama pelajar MAN 2 Pasuruan mengenai materi reproduksi remaja. Kegiatan ini adalah salah satu kerjasama internasional yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Riki Saleindra, Kepala Bagian Biro Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Negara menjelaskan, kerjasama Internasional ini dilakukan pemerintah bersama Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Adalah salah satu progam kerjasama internasional untuk melakukan upaya pembinaan keluarga berencana, dalam hal ini adalah pelajar Filipina dan Malaysia,” ujar Riki kepada wartabromo.com.

Kedatangan pelajar dari luar Indonesia ke Al Yasini karena Ponpes di Pasuruan diklaim sudah mumpuni. Pembelajaran reproduksi tersebut bisa diimplementasikan lewat agama. Termasuk bisa menanggulangi perizinahan yang berakibat hamil di luar nikah.

Terlebih mengenai program KB. Indonesia kata Riki dinilai berhasil dengan penerapan program ini.

“Indonesia sudah mampu melakukan pembinaan itu kepada seluruh lapisan masyarakat, karena itu Filipina dan Malaysia ingin ikut dalam pembelajaran ini,” lanjut Riki.

Pelajar Filiphina Malaysia saat belajar mengenai Program KB.

Sementara itu, pelajar dari Filipina mengaku antusias dengan cara belajar tentang reproduksi remaja ini. Hal ini diungkapkan oleh George (16), perwakilan pelajar.

“Saya sangat antusias disini bisa bergabung dengan anak-anak santri di Pasuruan,” tutur George. (don/may)