Gemar Makan Bakso, Ibu Ini Lahirkan Bayi Jumbo

13659

Sukorejo (WartaBromo.com) – Bayi berberukuran jumbo berhasil dilahirkan di RS. Sahabat, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Berjenis kelamin laki-laki, putra pasangan Suci Novitasari-M. Anton itu lahir dengan bobot 5,7 kilogram.

Proses kelahiran berlangsung pada Sabtu (26/10/2019) lalu. dr. Santoso Rahardjo, dokter yang menangani, memutuskan untuk melakukan operasi caesar lantaran ukuran bayi yang kelewat besar.

“Hasil pemeriksaan kami indikasikan bayi mengalami makrosomi. Makrosomi merupakan, bayi dalam kandungan ibu mempunyai bobot lebih dari 4 kilogram,” jelas dr. Santoso saat ditemui di sela kesibukannya, Selasa (29/10/2019).

Proses operasi itu sendiri berlangsung singkat. Hanya sekitar 10 menit.
Menurut dr. Santoso, dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut memiliki panjang 52 sentimeter dengan berat 5,7 kilogram.

Pengalaman ibu bayi yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak sewaktu mengandung diduga menjadi penyebab sang bayi memiliki bobot di atas rata-rata itu.

Setelah lahir, bayi tersebut langsung mendapatkan penanganan untuk melihat apakah ada indikasi diabetes melitus. Pasalnya bobot bayi dinilai tidak wajar, dan ditakutkan terindikasi penumpukan gula (darah tinggi, Red) yang tertular dari ibunya.

“Semua normal, setelah kami lakukan pemeriksaan. Namun menurut pengakuan ibu bayi, dia suka makan bakso waktu hamil,” kata dr. Santoso.

Dikatakannya, bakso merupakan makanan berlemak. menurut dr. Santoso hal tersebut dapat sebabkan bayi jadi besar. “Makanan itu juga diserap bayi melalui aliran darah,” sambungnya.

Kondisi makrosmi bukan hal pertama yang dialami Suci. Sebelumnya, dia juga melahirkan bayi pertamanya dengan bobot 4,8 kg. “Ibunya juga punya genetik gemuk,” jelasnya.

Kondisi tersebut dapat dilihat melalui pemeriksaan ultrasonography (USG)
Agar meminimalisir terjadinya macet di jalan lahir saat proses normal, dokter akhirnya lakukan cesar.

“Jika macet, kasihan bayinya. Supaya bayi tidak terkena akspeksia, dimana aliran oksigen ke otak bayi waktu lahir, jadi lambat/kurang karena tidak segera menangis,” ungkapnya.

Menurut Hj. Harliyani, pemimpin RS. Sahabat, anak dari Suci dan M. Anton ini merupakan bayi pertama yang lahir disana dengan besar diatas rata-rata.

Untuk mengapresiasi lahirnya bayi jumbo itu, pihak rumah sakit bahkan memberikan bingkisan berupa tas bayi dan juga susu. (trn/asd)