Regenerasi Atlet Arung Jeram Terancam Putus

590

Probolinggo (wartabromo.com) – Atlet dari cabang olahraga (Cabor) Arum Jeram Kabupaten Probolinggo berulangkali menjadi jawara di sejumlah even. Meski begitu, regenerasi atlet olahraga air itu, macet. Minimnya peminat dan dukungan terhadap olahraga ekstrem itu, menjadi salah satu biangnya.

Saat ini, atlet arung jeram asal Kabupaten Probolinggo rata-rata berusia di atas 30 tahun. Termasuk tim yang mengikuti kejuaraan R4 Silokek Geopark Rafting World Cup (SGRWC) 2019.

Hal mengkhawatirkan kemudian terungkap, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Probolinggo tidak mempunyai altet yunior dan wanita.

Padahal, Probolinggo memiliki potensi luar biasa, di antaranya ada Sungai Pekalen yang disebut-sebut merupakan lintasan arung jeram terbaik di Indonesia.

“Jadi eman jika tidak dikembangkan untuk mencetak atlet berprestasi dan mengharumkan Kabupaten Probolinggo,” kata Imam Santoso, Ketua Pengprov FAJI Jawa Timur, kemarin.

Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Sugeng Nufindarko mengakui, jika Cabor Arung Jeram sangat potensial menjadi andalan Kabupaten Probolinggo. Ia juga tak memberikan bantahan, jika regenerasinya sangat lambat, karena tergolong olahraga ekstrem.

Selain itu, induk organisasinya juga baru terbentuk setahun terakhir. Bahkan FAJI Kabupaten Probolinggo belum masuk sebagai anggota KONI setempat.

“Memang tidak mudah mencetak Cabor atau altet berprestasi. Harus ada pembinaan sejak usia dini. Minimal di usia sekitar 13 tahun. Kita akan mendukung dan mendorong FAJI untuk melakukan pembinaan altet yunior dengan merekrut siswa-siswi di sekitar Pekalen, agar lebih mudah pembinaannya,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, berencana menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Sebab di sekitar Sungai Pekalen, ada beberapa sekolah menengah pertama (SMP) yang siswanya bisa direkrut dan dibina sebagai atlet arung jeram.

“Karena apa? untuk atlet di bawah usia 21 dan bertanding di Porprov kita tidak punya, termasuk yang putri. Yang ada sekarang sudah ditingkat profesional,” kata Tatok Krismarhento, Sekretaris Disporaparbud Kabupaten Probolinggo.

Namun yang paling penting menurut Tatok adalah dukungan dari orang tua. Meski tergolong aman, olahraga ini termasuk ekstrem, sehingga dikatakannya, tidak serta merta semua siswa ikut.

“Karena perlu dukungan penuh dari orang tua. Termasuk dukungan dari rekan-rekan media, untuk menarik simpati remaja dan orang tua,” tambah mantan Sekretaris Bappeda itu.

Kabupaten Probolinggo mempunyai target memperbaiki peringkat di Porprov 2023. Sebagai salah satu tuan rumah, Cabor Arung Jeram diharapkan mampu meraih medali emas. (saw/saw)