Uang Tak Cair, Emak-emak Lurug Koperasi Anggra

332

Probolinggo (wartabromo.com) – Kasus koperasi bodong kembali terjadi di Probolinggo. Setelah KSU Mitra Perkasa, kali ini giliran anggota Koperasi Anggra meradang. Pasalnya, saat jatuh tempo, uang anggota malah tidak dapat dicairkan.

Belasan anggota inipun melurug salah satu kediaman milik ketua koperasi, tepatnya di swalayan jalan Suroyo, Kota Probolinggo.

Pendemo yang didominasi ibu-ibu ini, menuntut pihak koperasi segera membayar deposito berjangka, arisan dan tabungan lebaran. Sejumlah kertas berisi kecaman, juga tak lupa dibawa ibu-ibu ini.

Salah satu anggota koperasi, Sri mengatakan, pihaknya menuntut koperasi segera melunasi hutang anggota yang sudah lama tertahan dan tidak dicairkan.

“Kalau saya, jadi anggota masih kurang dari 3 tahun. Tapi uang arisan yang ada di koperasi, sebesar Rp 46 juta, belum dibayar sampai sekarang,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Sebelum menggelar aksi protes, Sri mengaku sudah mencoba menemui ketua koperasi, namun belum pernah ditemui langsung. Hal itu dilakukan bersama anggota lainnya yang mengalami nasib sama.

Beberapa upaya pun telah coba dilakukan anggota. Mulai dari melapor ke kepolisian hingga ke pengadilan negeri Kota Probolinggo. Tapi belum membuahkan hasil.

Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum koperasi Anggra, Djando Gadohoka membenarkan, terkait tanggungan koperasi ke beberapa anggotanya. Namun hingga saat ini pihak koperasi masih berupaya melakukan pembayaran.

“Keadaannya begitu, klien kami masih berupaya membayar. Bahkan ada juga anggota yang laporan ke kepolisian dan pengadilan negeri,” jelasnya.

Sayangnya, disinggung jumlah tanggungan yang harus dibayarkan kepala anggota koperasi, Djando tak mengetahui jumlah pastinya. “Yang tahu itu Yulius, selaku ketua koperasi Anggra,” tandasnya. (lai/saw)