Sektor Kontruksi Dominasi Investasi Kabupaten Pasuruan

350

Pasuruan (WartaBromo.com)- Investasi dalam negeri (PMDN) Kabupaten Pasuruan tercatat naik tahun ini. Hal itu didukung sektor kontruksi yang mendominasi.

Dari data yang didapat WartaBromo.com, terhitung per akhir Oktober lalu, total nilai investasi PMDN mencapai Rp 6,9 triliun dengan jumlah 189 proyek.

Angka itu lebih besar ketimbang investasi PMDN tahun lalu. Saat itu, investasi yang dikumpulkan mencapai Rp 3 triliun dari 116 proyek.

Lebih detail, sektor kontruksi masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp 4, trilun. Disusul sektor makanan sebesar Rp 1,9 triliun. Padahal, pada tahun lalu, sektor kontruksi 0 rupiah.

Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2018 lalu, sektor yang paling besar menyumbang investasi adalah listrik dan gas. Angkanya mencapai Rp 1,5 triliun. Sementara 2019 ini, tercatat masih 0 rupiah (data per Oktober).

Bagaimana dengan sektor lain? Sektor industri kimia dan farmasi berada di urutan ketiga. Nilainya mencapai Rp 158,5 miliar. Disusul industri percetakan dan kertas di urutan keempat sebesar Rp 149,9 miliar.

Ada juga sektor industri karet dan plastik. Tahun ini, sektor tersebut menyumbang investasi sebesar Rp 21, 5 miliar. Kemudian disusul sektor mineral non logam sebesar Rp 17,8 miliar.

Yang laik dicermati adalah sektor industri karet dan plastik yang hanya mencatatkan sebesar Rp 21, 5 miliar dari 47 proyek. Angka tersebut jauh lebih kecil ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp 151,9 miliar dari 24 proyek.

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Hari Apriyanto mengatakan, turunnya investasi sektor karet dan plastik tak lepas dari makin ketatnya kebijakan pemerintah terkait penggunaan plastik.

“Sedikit banyak pasti ada imbasnya. Tapi itu juga tidak menjadi soal karena sektor yang lain berhasil kita dongkrak,” jelas Hari.

Seperti investasi Kabupaten Pasuruan dalam negeri melonjak tahun ini dibanding tahun lalu. Hingga per Oktober lalu, mencapai Rp 6,9 triliun. Sementara tahun lalu, tercapai Rp 3 triliun.

Berbeda dengan investasi lokal yang naik, investasi asing justru turun. Merujuk data BKPM Pusat, investasi oleh PMA tahun ini hanya berkisar 69,9 juta USD dari 273 proyek. Jauh lebih kecil dari 2018 lalu yang mencapai 147 juta USD dengan 208 proyek. (trt/asd)