Tempat Sembahyangan Umat Hindu Tengger Dirusak Orang Tak Dikenal

6494

Probolinggo (wartabromo.com) – Sebuah Padmasana di bawah mata air suci Widodaren Bromo dirusak oleh orang tak dikenal. Warga Suku Tengger berharap pelaku segera diamankan.

Dari gambar yang didapat wartabromo.com, Padmasana atau tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu itu, rusak parah.

Bangunan dengan ketinggian sekitar 2 meter itu, hancur. Puing-puing berserakan di sekitar Padmasana. Beberapa pihak menyebutkan rusaknya sarana ibadah tersebut, terdapat unsur sengaja.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto membenarkan jika Padmasana terjadi pengrusakan.

Ia menjelaskan pengrusakan itu, diketahui pada Sabtu, 7 Desember 2019 sekitar pukul 13.00 WIB.

“Ketahuan tadi saat ada umat yang mau suguhan di sana. Tahunya sudah rusak itu,” ujarnya kepada wartabromo.com melalui selularnya.

Bambang mengaku belum tahu siapa pelakunya. Begitu juga motif merusak Padmasana di lokasi pelaksanaan Melasti (tempat penyucian diri menyambut Nyepi) itu.

“Belum tahu. Sementara ini masih kita cari tahu. Ya bersama pihak berwajib,” kata guru SMPN 1 Sukapura tersebut.

Warga Suku Tengger berharap pelaku segera ditemukan dan diamankan. Sebab, pengrusakan Padmasana tersebut bisa memicu retaknya kerukunan antar umat beragama yang terjaga. Selama ini warga Suku Tengger hidup rukun meski berbeda agama.

“Kami berharap segera ditemukan. Kami juga meminta semua pihak untuk tidak bertindak gegabah. Jangan terpancing, takutnya hal itu untuk memancing rusaknya persaudaraan di Bromo. Biarkan polisi dan PHDI yang bekerja,” kata Warno, salah satu warga.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sukapura, Bripka Indra Sena mengaku baru mengetahui adanya pengrusakan Padmasana. “Baru tahu. Namun, setelah saya cek ternyata lokasinya masuk Desa Wonokitri. Wilayah hukumnya Polsek Tosari, Kabupaten Pasuruan,” tuturnya. (cho/saw)