Beralih Dari Bromo, Disporaparbud Genjot 5 Desa Wisata

848

Probolinggo (wartabromo.com) – Wisata alam di Kabupaten Probolinggo selain Gunung Bromo semakin digemari oleh wisatawan. Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo pun menggenjot 5 desa sebagai Desa Wisata.

Kelima Desa Wisata itu meliputi Desa Kalianan, Bremi dan Guyangan di Kecamatan Krucil. Sedangkan 2 desa lainnya yakni Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber dan Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading.

Adapun kawasan wisata yang menjadi andalan di 5 desa itu, yakni Air Terjun Kali Pedati Desa Kalianan, Agrowisata di Desa Bremi dan Air Terjun Jaran Goyang Desa Guyangan. Kemudian pemandangan B-30 Desa Wonokerso dan River Tubing Desa Gading Wetan.

“Bukan berarti Pemkab Probolinggo mengabaikan ratusan desa lainnya. Tetapi atas pertimbangan kesiapan setiap desa dalam merencanakan dan mengelola wisata,”¬†ujar Kepala Disporaparbud, Sugeng Wiyanto pada Selasa, 10 Desember 2019.

Penguatan kawasan penyangga bertujuan agar wisatawan betah berkunjung di Kabupaten Probolinggo. Karena ada beberapa alternatif obyek wisata alam selain Bromo yang selama ini sudah maju.

Selama ini, pengunjung yang berlibur ke Bromo hanya kunjungan satu hari (one day visit). Bukan kunjungan dalam jangka lama dan menghabiskan uang di Probolinggo.

“Dalam pengembangan wisata, Pemkab Probolinggo fokus menggerakkan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan. Sementara peran pemerintah maksimal 20 persen untuk menyiapkan SDM dan sarana prasarana yang kurang baik,” lanjut mantan Camat Tongas itu.

Deni Hidayatur Rahman, salah satu pendamping pemberdayaan desa (PD) Kecamatan Krucil, menyambut baik rencana Pemkab Probolinggo itu. Apalagi desa yang dipilih tersebut, selama ini sudah menyiapkan diri untuk menyambut wisatawan. Termasuk dalam memanfaatkan dana desa (DD) untuk mendukung sektor pariwisata.

“Seluruh elemen masyarakat dari tingkat desa hingga kecamatan, dapat bersinergi dan saling mendukung paska ditetapkannya Desa Guyangan sebagai Desa Wisata. Termasuk mempromosikan melalui media sosial, agar wisata di kawasan Krucil ini lebih dikenal secara luas,” kata PD Guyangan tersebut. (saw/saw)