DLH Uji Air Pantai Bohay

228

Probolinggo (wartabromo.com) – Buih atau busa mencemari perairan Pantai Bohay di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) dan tim teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kemudian mengambil sampel untuk uji air laut.

“Kemaren sudah diambil sampelnya dan dikirim ke Laboratorium Lingkungan di Surabaya. Pengamatan secara alami tidak terjadi percemaran lingkungan karena tidak ada biota laut yang mati,” ujar Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Asyari saat dihubungi wartabromo.com melalui pesan whatsapp pada Selasa, (10/12/2019).

Hasil yang didapatkan adalah klorin bebas = 0,08 mg/ liter di bawah baku mutu 0,5 mg/liter. Suhu uji air laut adalah 37,2 °C di bawah baku mutu 40 °C.

“Dari hasil pengujian didapatkan bahwa contoh uji air laut masih memenuhi baku mutu yang tertuang dalam izin yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” tulis Doddy Nafiudin selaku Kepala Bidang Stakeholder Management PT PJB dalam rilis yang diterima wartabromo.com.

Baca juga : Hamparan Busa “Bau Amis” Cemari Pantai Bohay

Lebih lanjut, disebutkan bahwa mesin penghasil klorin dalam kondisi proses perbaikan. Klorin berfungsi agar biota laut tidak menempel di peralatan pipa pendingin mesin pembangkit.

Sehingga pada Jumat siang, 6 Desember 2019, dilakukan injeksi pengganti klorin, yaitu Biocyde (dalam berita sebelumnya ditulis dioxide). Biocyde merupakan produk yang ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami (bio-degradable)

“Biocyde ini juga sesuai dengan standar yang teregistrasi dan disetujui oleh Departemen of Environmental and Department Of Transportation United Kingdom, Hongkong – EPA, Hongkong Department of Enviromental Protection, EPA Sydney,” lanjutnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, manajemen PLTU Paiton 9 mendapat informasi dari warga bahwa terdapat busa di pinggiran Pantai Bohay. Sepuluh menit kemudian, manajemen menerjunkan tim dan bersama warga sekitar serta aktivis lingkungan melakukan pembersihan busa.

Dalam kurun waktu 2 jam, busa telah hilang seluruhnya dari pantai dan air laut sudah jernih seperti semula.

“Dalam menghasilkan listrik yang handal dan berkualitas, PLTU Paiton 9 selalu berkomitmen penuh untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal ini terbukti dari penggunaan biocyde sebagai pengganti klorin yang juga produk ramah lingkungan (bio-degradable; dapat terurai secara alami) serta penanganan secara cepat dan tepat atas busa yang muncul di sebagian kecil Pantai Bohay,” ungkap Doddy Nafiudin.

Untuk mengantisipasi kejadian yang sama terulang, PLTU Paiton 9 meningkatkan keandalan mesin penghasil klorin. Dengan memasang sistem pengendali foaming serta penambahan CCTV di saluran sirkulasi air pendingin. Meskipun sangat jarang terjadi. (saw/may)