PT. Soedali Janji Selidiki Penyebab Merahnya Kali Jogonalan

765

Pasuruan (WartaBromo.com) – PT. Soedali Sejahtera menyampaikan klarifikasinya terkait dugaan pembuangan limbah ke saluran pembuangan hingga membuat Kali Jogonalan memerah.

Pabrikan kain yang berlokasi di Kluncing, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan itu mengklaim instalasi pengolah limbah sudah sesuai ketentuan.

“Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) kami sudah sesuai ketentuan. Tiap bulan kami juga melakukan uji lab untuk mengetahui baku mutu air limbah,” kata HRD. PT. Soedali, Indah Tri Rahayu, Kamis (12/12/2019).

Indah mengakui, sebelumnya, perusahaannya sempat berurusan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengelolaan limbahnya. Utamanya menyangkut pengelolaan limbah cairnya pada 2012 silam.

Namun, sejak saat itu, perusahaannya terus berbenah. Fasilitas IPAL miliknya juga ditata ulang agar limbah cair yang dibuang ke sungai benar-benar memenuhi baku mutu.

Sebagai gambaran, hasil uji lab pada Oktober lalu, dari 10 parameter uji yang dilakukan, seluruhnya masih jauh di bawah baku mutu. Misalnya, parameter COD.

Berdasar ketentuan, baku mutu COD per mililiter ada 150 m/l. Namun, hasil uji yang dilakukan di laboratorium DLH Jatim mencapai 20,8 m/l.

Hasil Uji Lab

Karena itu, terkait temuan WartaBromo.com pada Jumat (6/12/2019) lalu, Indah pun mengaku kaget. Secara internal, pihaknya mengaku akan melakukan penyelidikan terkait hal itu.

“Kami sudah ada SOP. Sistem pengolahan limbah sudah kami tata sedemikian rupa. Makanya, kami akan coba cari tahu. Apakah ada force majeur atau apa. Bagi kami, ini informasi yang sangat penting,” terangnya.

Seperti diketahui, air Kali Joginalan, Kecamatan Pandaan, mendadak berubah warna menjadi merah darah. Pembuangan limbah cair dari PT. Soedali diduga menjadi penyebabnya.

Dalam video yang direkam sekira pukul 11.02 itu, terlihat cairan merah dari saluran gorong-gorong yang terhubung ke area perusahaan.

Indah mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi saat itu. Ia bilang, perusahaan hanya beroperasi empat hari dalam seminggu. Yakni, Senin hingga Kamis.

Namun, ia tak mengelak bila pada Jumat, masih ada aktivitas di pengolahan limbah hingga pukul 10.00. “Kalau mesin jam 07.00 sudah tidak operasi. Kalau limbah, masih ada karena dia kan menghabiskan tandonan terakhir,” ungkap Sumiranto, penanggung jawab IPAL PT. Soedali.

Soal kemungkinan adanya kebocoran, Sumiranto berjanji mencari tahu. “Kami sudah investasikan cukup banyak untuk IPAL ini. Kalau ternyata ada demikian, kami akan selidiki. Karena kebetulan, Jumat sampai Minggu kami libur,” jelas Sumiranto. (tof/asd)