Setahun, 16 Penghargaan Diraih Kota Probolinggo

1505

Probolinggo (wartabromo.com) – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo pada kepemimpinan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota, HM. Soufis Subri sarat dengan prestasi. Dalam setahun, setidaknya ada 16 penghargaan yang diraih.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, penghargaan-penghargaan yang diraih selama setahun ini, bukanlah prestasinya secara pribadi. Melainkan berkat kerja keras dan kerjasama karyawan di lingkungan Pemkot.

Dukungan masyarakat dalam menyukseskan program kerja yang dirancang oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, disebutnya juga tak kalah penting.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja bareng, serta dukungan warga, berbagai penghargaan dapat diraih selama setahun ini. Kami berharap kinerja yang bagus ini, dapat dipertahankan. Mudah-mudahan tahun depan semakin lebih baik dan membawa kebaikan bagi warga,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu, 18 Desember 2019.

Dengan didampingi oleh Wakil Wali Kota, HM. Soufis Subri, Sekdakot drg. Ninik Ira Wibawati dan sejumlah kepala OPD, Habib Hadi lantas menyebutkan penghargaan yang diraih Pemkot Probolinggo. Penghargaan itu adalah Adipura, Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2018 dan Penghargaan Kearsipan.

Keempat adalah Penghargaan WTP dan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Madya. Selanjutnya Karya Terpilih Indonesia Enterpreneur TIK 2019, Penghargaan Riset and Rating Kota Cerdas Indonesia 2019 dan Penghargaan sebagai Pemerintah Daerah yang Berkomitmen Tinggi terhadap Pengelolaan Inovasi Administrasi Negara (LAN).

Penghargaan ke 10 adalah Penghargaan UHC, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Probolinggo yang mendukung tercapainya Universal Health Coverage (UHC) Program JKN KIS tahun 2019.

Ada juga Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 180 tahun 2019 tentang penetapan kota/ kabupaten dan provinsi sebagai penerima penghargaan WTN tahun 2019.

Selanjutnya Penghargaan PPID Award, Penghargaan Top 25 Kovablik Se-Jatim dan Penghargaan East Java and Tourism Award. Ada juga Penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi. Yang terakhir adalah Penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain memaparkan capaian kinerjanya, Wali Kota Probolinggo juga memaparkan rencana kerja tahun depan. Pada 2020 nanti, ada pemangkasan jumlah OPD, dari 40 menjadi 35 OPD saja.

Ada beberapa OPD yang akan dimerger, seperti Dinas Tenaga Kerja dengan DPMPTSP; Dinas Perikanan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan DPUPR.

Kemudian DP3AKB sebagian urusan ke Dinas Kesehatan, dan sebagian yang lain ke Dinas Sosial; Bagian Humas dan Protokol dengan Diskominfo dan Bagian Umum; Bagian Pembangunan dengan Bagian Perekonomian.

Selain mengandung beberapa OPD, ada juga OPD baru. Yakni Bagian Keuangan dan Sarana Prasaran di Sekretariat Daerah. “Tentunya dengan perampingan ini, ada peningkatkan kinerja. Karena perubahan nomenklatur OPD Tahun 2020 sesuai Perda no 7 tahun 2016 serta perubahan Perda no 5 tahun 2019,” tandas Wali Kota Probolinggo. (saw/**)