Soal Pembangkit Listrik Arjuno, Lima Tahun Lagi Ditarget Operasi

2042

Pasuruan (WartaBromo.com)- Rencana pemanfaatan panas bumi Arjuno-Welirang untuk pembangkit listrik dikhawatirkan memicu akrivitas kegempaan di wilayah setempat.

Kepala Dinas Eksplorasi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiadjid pun memberikan penjelasannya terkait hal itu. “Tidak ada kaitannya itu,” katanya melalui pesan aplikasi, Senin (24/02/2020) siang.

Dikatakan Setiadjid, pemanfatan panas bumi (geothermal) tidak akan menghidupkan lapisan sesar. Sebab, keduanya tidak berhubungan. “Semuanya juga sudah dihitung dengan cermat oleh ahli geologi,” terangnya.

Seperti diketahui, rencana pemanfaatan geothermal Arjuno-Welirang untuk pembangkit listrik (PLTPB) sebesar 190 megawatt terus berlanjut. Eksplorasi yang dilakukan Geo Dipa Energi (GDE) selaku pihak yang ditunjuk pemerintah juga telah selesai dilakukan.

Baca Juga :   Gempol Jadi Lokasi dengan Angka Kecelakaan Tertinggi Selama November 2019

“Untuk eksplorsinya sudah selesai. Cuma kami belum tahu seperti apa hasilnya,” katanya. Yang pasti, jika hasilnya menundukung hasil survei sebelumnya, maka tahapan berikutnya adalah eksploitasi.

Tahap ini akan diawali dengan memasang kontruksi PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di lokasi. “Dan itu kan memakan waktu lama. Targetnya 2025 sudah bisa operasi,” jelasnya.

Di sisi lain, rencana tersebut mendapat kritik dari kalangan pemerhati lingkungan. Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jatim, Rere Christianto mengkhawatirkan rencana tersebut akan membangkitkan sesar wilayah pegunungan setempat.

“Karena itu kan akan memanfaatkan celah-celah lapisan sesar yang kemudian diinjeksi dengan air dalam jumlah besar. Ini yang kami khawatirkan akan memicu peningkatan gempa. Seperti yang terjadi di Korea atau Swedia,” jelas Rere.

Baca Juga :   Ingatkan ASN Netral, Irsyad: Hati-hati Tangan dan Jari

Indonesia dikatakan Rere belum terjadi lantaran belum banyak memanfaatkan geoghermal untuk PLTPB.

Akan tetapi, hal itu dibantah Setiadjid. Menurut mantan kepala Dinas Ketenagakerjaan Jatim ini, ada banyak manfaat yang bisa didapat dari penggunaan geothermal ini.

“Keuntungan sangat besar karena geothermal adalah blue energi yang tidak merusak lingkungan,” jelasnya. “Dan itu bisa sepanjang masa, sehingga energi listrik bisa lebih murah dalam jangka panjang,” pungkasnya. (tof/asd)