Sudah Terapkan di 3 Titik, Physical Distancing akan Diperluas ke 17 Kecamatan Wilayah Pasuruan

16780

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tiga lokasi di wilayah Pandaan dan Bangil, Kabupaten Pasuruan dijadikan pilot project physical/social distancing. Dalam waktu dekat, hal serupa akan diterapkan di 17 kecamatan.

Diketahui, titik-titik physical distancing untuk hindari virus corona (Covid-19) itu berada di sepanjang jalur simpang tiga Pandaan, perumahan elit The Taman Dayu Pandaan, serta jalan menuju Perumahan Alam Regency, Kecamatan Bangil.

Langkah tersebut dilakukan Pemkab Pasuruan melalui tim Satgas Covid-19 bersama polisi dan pihak lain, setelah menilai masyarakat luas belum memberikan perhatian sepenuhnya terhadap imbauan social/physical distancing (menghindari kerumunan serta atur jarak).

Uji coba pyhsical distancing telah diberlakukan mulai Sabtu (28/03/2020) malam.

Ada tiga hari yang ditetapkan sebagai waktu pelaksanaan physical distancing. Yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jam pun sudah ditentukan, di antaranya mulai pukul 19.00-24.00 WIB.


Dari pantauan, uji coba penerapan kawasan pyhsical distancing ini, dipantau langsung oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf; Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Tak ketinggalan Danyonkav Beji, Letkol Kav Suntara Wisnu Budi; Sekda Agus Sutiadji; hingga Asisten 1, Anang Saiful Wijaya.

Bupati Irsyad mengatakan, hingga 3 hari ke depan, pihaknya masih akan melakukan pengukuran langkah dan penerapan upaya pencegahan virus ini.

Meski demikian, merujuk urgensi penanganan wabah, penerapan kawasan physical distancing menurutnya akan diperluas.

Bahkan, ia sudah mencatat nama-nama kecamatan yang akan dilakukan pengetatan physical distancing. Ada 17 kecamatan, selain dua kecamatan, akan dilakukan pengawasan penerapan social/physical distancing.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mengurangi kegiatan di luar rumah sebagai cara untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Wabah ini tidak main-main. Ini pandemik dunia yang harus kita antisipasi bersama-sama. Social distancing saja tidak cukup, karena saya melihat masih banyak warga yang sepertinya kurang memahami. Bahkan lebih menyepelekan pentingnya social distancing. Maka dari itu, intruksi Pemerintah Pusat untuk penerapan physical distancing adalah solusi yang harus diperhatikan betul,” tandas Irsyad.

Dengan pemberlakukan Kawasan Pyhsical Distancing, Irsyad berharap bisa diikuti oleh seluruh elemen masyarakat se-Kabupaten Pasuruan sebagai cara melindungi diri dari virus corona. (mil/ono)