Santri Ponpes Nurul Jadid Jalani Tes Kesehatan di Terminal Kota Pasuruan

1822

Pasuruan (WartaBromo.com) – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, dicek kesehatan saat berada di Terminal Kota Pasuruan, Selasa (31/03/2020). Sebanyak 10 santri ditemukan mengalami batuk dan pilek.

Kedatangan para santri ini diketahui mudik ke rumah masing-masing di Pasuruan, baik kota maupun kabupaten. Sebelum bertemu keluarga, mereka diwajibkan menjalani cek kesehatan.

Langkah pengecekan di terminal, dikatakan sebagai pencegahan awal, memastikan santri dalam kondisi sehat, terhindar dari corona.

Beberapa santri mengungkapkan, kepulangannya kali ini lantaran pihak Ponpes mempercepat libur belajar, menghadapi ramadan.

Pengecekan ini dimulai pada pukul 17.20 WIB dan selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Para penumpang turun dari bus, kemudian satu per satu, oleh polisi diarahkan masuk ke bilik disinfektan. Selanjutnya, tim melakukan pendataan terhadap puluhan santri ini.

Baca Juga :   Dielukan di Pasuruan dan Probolinggo, Ini Jurus Jitu Tim Cobra Ungkap Kejahatan

Petugas medis dari Tim Kesehatan Covid-19 Kota Pasuruan dr. Andini mengatakan, ada 35 santri yang dicek kesehatan. Hasilnya, 10 santri diketahui mengalami batuk dan pilek.

“Tapi suhu tubuhnya normal,” ujarnya.

Mengenai status apakah 10 santri ini ODP (orang dalam pantauan) atau tidak terkait corona, Andini mengatakan status mereka belum bisa disebut ODP, sebab Kabupaten Probolinggo bukan termasuk daerah zona merah.

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada 10 orang santri tersebut untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Selain itu, pihak Dinkes juga akan tetap melakukan pemantauan kepada 10 santri tersebut.

Selain tim kesehatan, pada pengecekan kali ini, petugas dari Polsek Bugul Kidul dan Dinas Perhubungan Kota Pasuruan terlihat berada di sekitar terminal. Selama kegiatan berlangsung, mereka terlihat berjaga-jaga, melakukan pengawalan.

Baca Juga :   Angin Kencang, Pohon Tumbang Tutup Jalan di Winongan

Sekadar diketahui, saat ini di Kota Pasuruan masih belum ada warga yang positif Covid-19. Namun, berdasar data dari Pemprov Jatim, terdapat 32 warga Kota Pasuruan yang statusnya sebagai ODP. (tof/ono)