Isolasi Mandiri Diabaikan, Kluster Baru Terbentuk di Probolinggo

4505

Kraksaan (wartabromo.com) – Isolasi mandiri bagi peserta bimtek haji Surabaya asal Kabupaten Probolinggo gagal. Mereka yang positif Covid-19 kini menciptakan kluster baru.

Penularan pertama pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, bermula dari bimtek tenaga haji di asrama haji Sukolilo Surabaya pada pertengahan Maret lalu.

Dari 10 peserta, 4 di antaranya positif terjangkit Covid-19. Yakni petugas medis asal Kecamatan Paiton; Kecamatan Tongas; dan  Kecamatan Pakuniran; serta seorang pendamping KBIH asal  Kecamatan Gading.

“Untuk tracking (penelusuran), kita fokusnya kepada 4 orang yang positif Covid-19. Karena hasil 6 orang hasilnya sudah kita terima dan dinyatakan negatif,” jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto.

Dalam perkembangannya, ternyata mereka yang positif tersebut menularkan kepada orang lain. Pada Rabu petang, 15 April 2020, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo kembali mengonfirmasi 7 orang yang positif. Yakni 6 orang warga Kecamatan Paiton dan 1 orang warga Kecamatan Gading. Mereka adalah keluarga dan kerabat dari yang positif awal di desanya masing-masing.

Penularan itu, tak lantas berhenti karena sehari kemudian, kembali diumumkan 4 positif Corona. Positif baru ini, 3 berasal dari Kecamatan Tongas dan 1 dari  Kecamatan Paiton. Terbaru adalah seorang warga suatu desa di Kecamatan Kraksaan dinyatakan positif Covid-19. Positif baru itu, diketahui merupakan rekan kerja pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Paiton.

“Mereka kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 kluster Sukolilo Surabaya. Ya keluarga dekat dan teman kerja,” lanjut Anang, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo itu.

Total terdapat 16 positif Corona Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Tersebar di 5 kecamatan, yakni rinciannya 8 warga Kecamatan Paiton; 4 warga Kecamatan Tongas. Kemudian 2 warga Kecamatan Gading; 1 warga Kecamatan Pakuniran, dan 1 warga Kecamatan Kraksaan.

Artinya 3 positif awal, menciptakan kluster baru penyebaran virus corona.
Sebelum dinyatakan positif Covid-19 pada Jumat, 10 April, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo telah meminta para peserta bimtek untuk melakukan isolasi mandiri.

Namun, selama isolasi mandiri itu, mereka tetap melakukan kontak langsung dengan keluarga, relasi, dan masyarakat umum. Sehingga, ketidakdisiplinan itu membuat Covid-19 menyebar secara masif.

“Secara ideal, bisa dilakukan isolasi mandiri, cuma terbukti di Kabupaten Probolinggo belum bisa untuk masalah kedisiplinan. Dengan begitu, mau tidak mau harus ditempatkan di rumah pengawasan,” sesal Anang.

Karenanya, pihaknya akan menata lagi dengan aturan-aturan yang ada. Agar pelaksanaan isolasi di rumah pengawasan lebih baik lagi.

“Isolasi itu mau di mana saja tidak masalah, yang pasti diusahakan tidak berkumpul dengan keluarga atau orang lain. Masyarakat tidak perlu takut dan khawatir, karena virus itu tidak akan terbang,” tandas Anang. (saw/saw)

.

.

.

.

.