Warga Blokade Jalan Desa Pedagangan

980

Tiris (wartabromo.com) – Warga Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo memblokade jalan desa dengan pohon pisang. Mereka protes, karena jalan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.

Aksi blokade itu, dilakukan pada Selasa, 2 Juni 2020, dengan menancapkan sejumlah pohon pisang di tengah jalan yang rusak itu. Warga kesal karena bertahun-tahun jalan yang rusak parah tak kunjung diperbaiki.
Aksi warga tersebut lantas singgah ke media sosial facebook oleh akun Santreh Laep, dilengkapi narasi kondisi jalan Desa Pedagangan rusak berat, tak kunjung diperbaiki.

Kalimat itu juga mengungkapkan, jalan rusak mengakibatkan banyak warga atau pengendara jatuh ketika melintasi.

“Padahal jalan desa di desa lain sudah banyak yang diperbaiki. Sedangkan di desa Pedagangan khususnya blok Nampu tidak ada keputusan untuk diperbaiki,” tulisnya.

Kepala Desa Pedagangan Ahmad membenarkan adanya aksi blokade dan tanam batang pohon pisang oleh warganya. “Memang ada aksi warga. Tapi perlu saya jelaskan, bahwa aksi tersebut ada yang memprovokasi. Apalagi kalau mau Pilkades,” tuturnya.

Ia menyebut pihaknya tidak abai dalam pembangunan desa. Tahun ini, ada 4 item pembangunan fisik di Dusun Nampu, berupa pengaspalan, rabat beton, dan jalan paving yang dikerjakan sengan sumber DD tahap II.

“Anggarannya justru diharuskan dialihkan untuk penanganan Covid-19. Ya kita harus mematuhi kebijakan pusat itu. Dan dampaknya ya, pekerjaan fisik jalan di Dusun Nampu, harus jadi korban karena mengalami penundaan. Tapi mau bagaimana lagi?” terang Ahmad.

Dalam masa pandemi corona, pihaknya, kata Ahmad, menjadi serba salah. Antara menunaikan pembangunan sesuai keinginan warganya atau efektifitas manajemen keuangan desa. “Kalau soal warga puas atau tidak,  itu risiko jadi kepala desa. Yang terpenting saat ini adalah melindungi warganya dari dampak Covid-19. Baru setelah itu kembali fokus pada pembangunan fisik,” tegasnya.

Ahmad berjanji pengerjaan fisik di Dusun Nampu akan diprioritaskan pada 2021. “Tahun ini, gak mungkin. Semoga Covid-19 ini segera berakhir, agar tidak mengganggu program kerja kami di tahun mendatang,” tandas Ahmad. (cho/saw)