Penahan Rusak, 18 Rumah Terancam Diterjang Ombak

1510
ABRASI: Warga swadaya membenahi penahan yang rusak usai diterjang ombak, Jumat (21/08/2020). Abrasi air laut membuat sebagian rumah terancam hantaman ombak. Foto: Romadoni.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Gelombang tinggi yang menerjang wilayah perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan tak hanya menyebabkan 2 rumah dan 1 sekolah rusak.

Sedikitnya 18 rumah di Dusun Pasir Panjang, Desa Wates, Kecamatan Lekok kini terancam setelah penahan gelombang sepanjang 1000 meter rusak usai dihantam gelombang pada Jumat (21/08/2020) lalu.

Sebagai antisipasi, upaya perbaikan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga, aparat dari Polsek dan juga Koramil setempat.

Perbaikan dilakukan memperkuat memasang pagar kayu serta menumpuk karung berisi pasir. “Kalau tidak begini ya ndak berani tidur Mas,” kata Ridwan, warga setempat.

Mulyadi, kepala desa setempat mengatakan, abrasi pantai menjadi persoalan serius di wilayah setempat. Bahkan, dalam setahun, terjangan gelombang bisa terjadi 4-5 kali.

“Agak repot juga karena kondisinya seperti itu. Rumah-rumah warga tepat di depan laut. Sedangkan tidak ada pemecah gelombang yang kuat,” jelasnya.

Meski begitu, diantara peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya, insiden pada Jumat lalu merupakan yang paling parah hingga menyebabkan bangunan rusak.

Sukandar, pengamat kawasan pesisir Universitas Brawijaya (UB) mengatakan, meningkatnya dampak gelombang air pasang sebenarnya sudah menjadi fenomena umum.

Menurutnya, hal itu sebagai akibat dari efek gas rumah kaca yang membuat suhu bumi meningkat karena mencairnya es di daerah kutub.

“Dan, pada daerah-daerah yang lebar pantainya tidak cukup, tentu akan membawa dampak serius. Maka, yang perlu dilakukan adalah bagaimana upaya mitigasinya untuk mengurangi dampaknya,” jelas Sukandar.

Seperti diketahui, gelombang tinggi menerjang kawasan Lekok, tepatnya Dusun Pasir Panjang, Desa Wates, Jumat (21/08/2020). Akibat kejadian itu, dua rumah serta satu sekolah ambrol.

Selain itu, tangkis penahan sepanjang satu kilometer juga rusak hingga mengancam belasan rumah. (tof/asd)