Duet Wasik-Syihab Pimpin NU Kraksaan

996

Kraksaan (wartabromo.com) – PCNU Kraksaan mempunyai pimpinan definitif. Duet KH. Wasik Hannan – KH. Syihabuddin Sholeh terpilih secara aklamasi, memimpin NU Kraksaan 5 tahun ke depan.

KH. Wasik Hannan, terpilih secara aklamasi sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Kraksaan. Saat pelaksanaan Konfercab ke-30 PCNU Kraksaan  di Pondok HATI Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan pada Minggu, 30 Agustus 2020. Aklamasi juga terjadi ketika pemilihan ketua tanfidziyah. Di mana nama KH. Syihabuddin Sholeh, muncul sebagai satu-satu nama calon ketua.
Kiai Wasik mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) harus memiliki prioritas, pemberdayaan ekonomi rakyat. Di mana Kabupaten Probolinggo merupakan daerah miskin di Jawa Timur.

“Masyarakat kita ini, masih membutuhkan uluran tangan kita. Karena banyak yang dibawah garis kemiskinan. Tentu itu akan ditekankan kepada tanfidziyah,” ujar pengasuh Ponpes Miftahul Jannah Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan.

Sementara itu, Kiai Syihabuddin mengungkap ada 3 sektor utama yang menjadi perhatian PCNU Kraksaan, yakni sektor pendidikan, ekomoni, dan kesehatan. Tiga sektor itu harus dibenahi, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Sektor ekonomi misalnya, melalui koin NU maupun LazisNU. “Sektor kesehatan tak bisa lepas dari perekonomian dan pendidikan warga. Semakin baik 2 sektor itu, maka kualitas kedepan juga meningkat,” katanya.

PCNU juga mewacanakan pembangunan rumah sakit. Diungkapkan, meski secara jumlah terbilang mayoritas, NU di Kabupaten Probolinggo sampai kini belum memiliki rumah sakit. “Pembangunan rumah sakit itu, kita usahakan dalam 5 tahun ke depan. Mudah-mudahan tercapai,” kata pengasuh Ponpes Darul Hikmah Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan.

Dalam Konfercab itu, warga Nahdliyin juga menyumbang Rp114 juta untuk Muktamar NU. Dana tersebut diperoleh melalui koin NU yang bergulir di 14 MWC. “Tentunya itu, akan menambah kualitas kejamiiyahan atau ke-NU-an. Memperkuat kemandirian NU menjelang satu abad,” tandas kiai yang juga Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo tersebut. (saw/ono)