Bule Rusia Bertaruh Nyawa di Kawah Gunung Bromo

18190

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang bule nekat berfoto di luar pagar batas aman kawah Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo. Foto di atas kawah itu, diduga demi konten di media sosial.

Bule yang melakukan aksi ilegal itu bernama Anyuta Rai. Foto di kawah tersebut dibagikan dalam instastrory akun anyuta_rai. Tetapi dalam penelusuran terkini, gambar itu sudah dihapus. Story terkait Bromo, hanya saat ia duduk di atas jip Bromo bersama seorang teman ceweknya.

Dalam bio Instagramnya, ia diketahui berkewarganegaraan Rusia dan kini bertempat tinggal di Pulau Dewata, Bali. Cewek berparas cantik itu, mempunyai 3,2 juta pengikut di instagram. Sejumlah akun wisata Indonesia dan akun wisata negara tetangga juga mengikutinya.

Warta Bromo sudah menghubungi Angkat Anyuta, melalui pesan singkat. Namun belum mendapat respon. Di sisi lain, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) membenarkan kejadian itu.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BB TNBTS. Sarif Hidayat menyebut adanya kunjungan dari Anyuta Rai. Waktunya diperkirakan pada Senin (21/9) pada siang hari. Saat itu petugas patroli sedang tidak di lokasi.

Pada waktu kejadian diperkirakan ada empat orang bule yang mendaki hingga kawah Gunung Bromo. Dengan ketua kelompoknya atas nama Mario dan 1 orang atas nama Fransiska.

“Iya didata kami ada 4 orang bule. Info teman-teman di lapangan diperkirakan kejadiannya siang mas. Posisi petugas saat bergeser patroli ke arah sabana berbatasan (karena situasi memang sepi),” tuturnya.

Sarif menyebut selegram itu, telah melanggar aturan dari balai. Pertama, Anyuta telah melanggar batas aman kunjungan, yakni traveler diimbau untuk berada di jarak satu kilometer dari kawah. Pelanggaran kedua adalah kawah Gunung Bromo tidak boleh dimasuki apalagi berfoto.

“Kebijakan kita jelas mas. Sesuai dengan arahan dari PVMBG PGA Cemoro Lawang, bahwa radius aman kunjungan ke Bromo itu 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. Gitu mas,” tegas Sarif.

Pihaknya, kata Sarif, masih menelusuri kejadian ini. “Kami dari BB TNBTS sangat prihatin dan kecewa masih ada pengunjung yang masih melanggar saat berkunjung ke wisata TNBTS. Kami sudah berusaha optimal, meskipun kami sadar kami masih banyak keterbatasan,” tandasnya. (saw/ono)