Kerap Ikut Pengajian Online, Dua Penghuni Lapas Pasuruan jadi Mualaf

999

Pasuruan (wartabromo.com) – Dua atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Pasuruan menjadi mualaf, Kamis (24/9/2020) kemarin. Sering mengikuti kajian Islam membuat mereka putuskan memeluk agama Islam.

Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat kedua napi berinisial HS dan HB itu digelar di masjid Lapas Kelas II B Kota Pasuruan. Keduanya tampak lancar membaca dua kalimat syahadat yang dipimpin kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, disaksikan dua orang saksi. Puluhan warga binaan lainnya juga terlihat berada di dalam masjid.

Pada prosesnya, kedua warga binaan itu menandatangani lembar pernyataan yang menerangkan, bahwa mereka secara sah menjadi muslim dan siap melakukan kewajiban dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Kepala Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan, Wahyu Indarto mengatakan, sebelum menjadi mualaf, kedua warga binaan itu telah mengikuti kajian-kajian di pondok lapas bersama warga binaan muslim lainnya.

“Sering mengikuti pengajian, keduanya juga telah belajar salat lima waktu,” kata Wahyu, kepada wartabromo.com, Jumat (25/09/2020).

Diungkapkan, mereka memutuskan mualaf didasari oleh hati nurani tanpa ada tekanan dari pihak lain. Karenanya, mereka memantapkan diri untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat yang disaksikan oleh puluhan tahanan.

“Tanpa ada paksaan, dua warga binaan ini dapat hidayah dan menjadi mualaf,” tuturnya.

HS, salah satu warga binaan yang telah menjadi mualaf mengatakan, hatinya tertarik karena sering mengikuti pengajian online di Lapas.

“Kaya ketarik hati saya,” ucapnya.

Sekadar catatan, HS terjerat kasus penggelapan dan menjalani hukuman tiga tahun penjara dan HB, tersandung kasus narkoba menjalani hukuman 2 tahun 6 bulan.

Setelah menjadi mualaf, HS dan HB ikrarkan diri akan menjadi lebih baik, nanti setelah keluar dari penjara hingga bisa diterima di masyarakat. (don/ono)