Mistis! Lewat Tol Malang-Pandaan, Pria asal Sumut Malah Tersesat di Hutan

79404

Mojokerto (WartaBromo.com) – Pria asal Provinsi Sumatera Utara tersesat usai melintas di jalur tol Malang-Pandaan. Tak disadari, ia berada di hutan termasuk Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Pengalaman tak mengenakkan itu dialami oleh Suryadi (31), warga yang berasal dari Desa Nogorejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis (12/11/2020) malam.

Dikutip dari jatimnet.com, Suryadi yang saat ini berdomisili di Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya tersebut mengendarai mobil Xenia berwarna putih nopol L-1034-FU di jalan tol Malang-Pandaan.

“Saya mau pulang ke Surabaya, saya memang enggak paham jalan, saya pakai google map. Cuma, saya enggak lihat HP, dengerin saja pakai headset,” terang Suryadi seperti ditulis jatimnet pada Jumat, 13 November 2020.

Umumnya pengendara, Suryadi mengatakan tak merasakan keanehan saat memasuki pintu tol dari Malang menuju Surabaya sekitar pukul 19.00 WIB itu.

Namun, perasaan aneh dialami ketika google map mengarahkannya memasuki ruas tol di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. “Dari Malang ke Surabaya tolnya kan sampai Waru. Sampai tol Purwodadi, saya disuruh belok keluar tol Pandaan,” ungkapnya.

Ia kian kerutkan kening dan merasa seperti ketakutan, tatkala ada seseorang yang mengetuk pintu kaca mobil sisi kiri.

“Saya tetap ikutin di situ, setelah jalan, kaca sebelah kiri ada yang ngetok. Saya mulai merinding di situ,” katanya.

Meski demikian, dengan panduan google map, ia mencoba melanjutkan perjalanan dengan kecepatan 80 kilometer hingga 100 kilometer per jam. Setelah sekitar 1 jam perjalanan ia pun menghentikan kendaraannya.

“Perasaan saya jalan masih bagus sampai sini (lokasi mobil terperangkap di tumpukan bebatuan) dan enggak ketemu orang sama sekali. Mobil enggak bisa jalan pas digas, saya turun saya senter (sorot) pakai lampu setir ternyata hutan, gak ada rumah sama sekali,” ujarnya.

Usai menghentikan kendaraan dan mengecek lokasi. Saat itu Suryadi menyadari kalau telah tersesat, hingga diputuskan menghubungi kerabat dan orang terdekatnya. Akan tetapi, upaya kontak telepon itu tak membuahkan hasil.

Sampai kemudian, ia memilih menghubungi radio Suara Surabaya meminta pertolongan. Untung saja, informasi ini didengar petugas Polsek Pacet, yang kemudian bersama relawan dan warga meluncur menuju lokasi mobil yang terjebak sejak pukul 21.00 WIB. Beruntung, apa yang dialami Suryadi tak menimbulkan petaka.

“Mobil berhasil dievakuasi sekitar pukul 23.15 WIB,” terang Jaka, salah satu relawan yang membantu proses evakuasi mobil yang dikemudikan Suryadi.

Dijelaskan, jika korban tak menyadari bahaya meski kondisi jalan yang dilalui terbilang ekstrem, dengan kontur bebatuan dan berada di kawasan hutan.

“Ngakunya jalannya baik-baik saja, kecepatannya juga 80 sampai 100 kilometer per jam. Cuma, memang dia bilang ada kabut di kanan kirinya. Kondisi jalan padahal rusak, penuh batu, dari jalan raya 1,5 kilometer,” tutup Jaka. (red)