Simak Konsep Gus Ipul-Teno soal Pengembangan Pelabuhan

845
Perahu nelayan bersandar di Pelabuhan Kota Pasuruan.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pada masanya, Pelabuhan Tanjung Tembikar, Kota Pasuruan pernah menjadi salah satu pusat bisnis dan perdagangan nusantara.

Pelabuhan ini tidak hanya menjadi jalur utama distribusi barang se antero nusantara. Tapi, juga luar negeri. Sayang, belakangan, eksistensi pelabuhan ini kian tergerus oleh zaman.

Nah, apa tawaran konsep kedua paslon wali kota dan wakil wali kota Pasuruan jika kelak terpilih?

Cawali nomor urut 1 yang mendapat giliran pertama berbicara, Gus Ipul mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah konsep untuk pengembangan kawasan pelabuhan.

“Salah satunya, ada zonasi-zonasi yang akan kita bentuk untuk menggerakkan ekonomi di kawasan pelabuhan,” kata Cawali yang dikenal dengan akronim GIAT ini.

Dikatakan Gus Ipul, beberapa zonasi itu diantaranya meliputi, zona tempat pelelangan ikan, zona usaha nelayan, zona pariwisata, serta kuliner.

Dikatakan Gus Ipul, pembentukan zonasi tersebut didasarkan pada pembacaan potensi yang ada. Pelelangan ikan misalnya. Semata dimaksudkan untuk memaksimalkan yang sudah ada.

Begitu juga dengan pariwisata. “Kalau jangka panjang, kita bisa berdiskusi bermalam-malam. Yang terdekat kita garap dulu sesuai potensinya. Ada kawasan mangrove yang itu bisa kita manfaatkan untuk pariwisata,” terang Gus Ipul.

Sementara itu, terkait pengembangan kawasan pelabuhan, Cawali Raharto Teno Prasetyo yang mendapat giliran menanggapi turut menyampaikan gagasannya.

Cawali dengan akronim TEGAS ini pun menyiapkan kawasan pelabuhan sebagai zona ekonomi. “Kita bentuk zona ekonomi, ada kawasan berikat,” kata Teno, sapaan Raharto Teno Prasetyo.

Untuk mendukung gagasan itu, pihaknya akan membangun kawasan pergudangan dan juga industrialisasi guna membangkitkan kembali kejayaan Tanjung Tembikar.

Hal senada ditambahkan Cawawali Hasjim Asjari. Untuk menghidupkan kembali kawasan pelabuhan, salah satu program yang ia tawarkan adalah membuka koneksivitas dengan Tanjung Perak.

“Ini akan mendukung arus barang dari dan menuju utara dan juga arus dari timur,” jelas Hasjim. (oel/asd)