Ternyata Inilah Sisi Positif Perang Nuklir Menurut Sains

798
Ilustrasi perang nuklir oleh Pixabay.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Perang nuklir pasti terdengar mengerikan bagi setiap orang yang mendengarnya. Berbagai kerusakan dan kehancuran sudah terbayang di depan mata.

Sebagaimana disampaikan oleh Piers Millet dari Future of Humanity Institute, bahwa senjata yang digunakan untuk perang nuklir berpotensi menghancurkan seluruh umat manusia. Namun, ternyata tidak selamanya ledakan nuklir membawa dampak negatif.

Menurut para ilmuan dari Oxford University, potensi terjadinya perang nuklir tidak bisa diabaikan. Pasalnya, perang nuklir merupakan salah satu hal yang bisa membawa perubahan pada dunia.

Dinukil dari merdeka.com, ada tiga sisi positif perang nuklir menurut sains. Apa saja?

1. Adaptasi Spesies Terhadap Radiasi

Seperti diketahui, dahulu terdapat fenomena asteroid yang menghujam bumi hingga memusnahkan dinosaurus. Menurut sains, jika asteroid jutaan kali lebih buruk dari perang nuklir, harusnya nuklir takkan membuat bumi kiamat.

Apalagi jika ditinjau berdasarkan beberapa studi, beberapa makhluk hidup bisa bertahan di radiasi tinggi. Diantaranya seperti spesies lebah, targide, lalat buah dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu, menurut Teori Evolusi Darwin, spesies di muka bumi dapat beradaptasi ke lingkungan melalui seleksi alam. Adaptasi ini akan terjadi pada level genetik.

Pasca diadakannya penelitian oleh ilmuan Inggris, terdapat beberapa bakteri yang ternyata mampu menetralisir limbah radioaktif. Bahkan, di atas tanah yang seharusnya beracun, jamur dapat mengkonsumsi elemen radioktif murni.

2. Tercegahnya Gempa

Indonesia tentu sangat familiar dengan kejadian pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan gempa. Untuk mencegah kejadian ini, ternyata ledakan nuklir mampu meredam getarannya.

Hal ini dibuktikan dengan percobaan nuklir di Korea Utara yang saat itu bersamaan dengan gempa berkekuatan 6,3 SR, pada tahun 2017. Hasilnya mengungkap bahwa ternyata gelombang kejutan nuklir dapat meredam tekanan gempa dan meredamnya di kerak bumi.

3. Memperbaiki Lapisan Ozon

Lapisan ozon terletak 10 hingga 50 Km di atas permukaan bumi. Lapisan ini tentu saja menjadi aspek penting dalam menjaga kehidupan di dalam bumi dari radiasi ultra-violet dari matahari.

Berdasarkan penelitian sains, jika perang nuklir terjadi maka bisa memperbaiki lapisan ozon. Pasalnya, ledakan nuklir bisa membuat temperatur global menurun.

Sekadar diketahui, perkiraan jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki berbagai negara adalah 14.500. Meskipun akan ada jutaan korban berjatuhan, hujaman bom ini tak akan merusak Bumi. (trj/may)