Bincang Bareng Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf

990

 

Hari ini, Jumat (26/02/2021), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Adi Wibowo sah dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan. Berbagai pekerjaan pun telah menanti. Apa saja program prioritas mereka dalam waktu dekat ini?

Laporan: Amal Taufik

PER Jumat (26/2/2021) ini, warga Kota Pasuruan memiliki wali kota baru. Dialah Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang berpasangan dengan Adi Wibowo sebagai wakil wali kota.

Sehari menjelang pelantikan, Gus Ipul berkesempatan berkunjung ke Sekretariat PWI yang berada di sekitar alun-alun Kota Pasuruan.

Sebelum menguraikan apa saja yang menjadi program prioritas dalam waktu dekat, Gus Ipul lebih dulu menjabarkan sejumlah persoalan yang terjadi di lingkungan Pemkot saat ini.

Salah satunya, perihal Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai yang dinilai Gus Ipul jauh dari ideal. “Terus terang, begitu banyak jabatan yang kosong,” kata Gus Ipul mengawali penjelasannya.

Kekosongan itu, lanjut dia, tidak hanya terjadi pada lingkup eselon II. Tapi, hampir seluruh eselon; II, III hingga eselon IV.

Pada eselon IV misalnya. Menurut Gus Ipul, dari 464 jabatan yang ada, 386 diantaranya diisi pejabat definitif. “Yang 43 diisi Plt dan 35 kosong tanpa pejabat,” jelas Gus Ipul.

Begitu pula untuk posisi Eselon II.  Dari 121 jabatan yang ada, 93 diisi pejabat definitif, 24 diisi Plt, dan 4 jabatan kosong.

Kemudian untuk Eselon II, dikatakan Gus Ipul,  dari 33 jabatan itu, 20 diisi oleh pejabat definitif, 11 diisi pejabat Plt, 2 jabatan kosong. Dua posisi yang kosong itu adalah jabatan staf ahli ekonomi dan pembangunan.

“Bayangkan bagaimana cara mengelola anggaran, menyusun rencana pembangunan? Jadi kita punya SDM yang seperti itu. Inilah titik 0 Kota Pasuruan,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, masalah manajerial SDM ini akhirnya merembet kepada pengelolaan pemerintahan dan pembangunan. Usai dilantik, Gus Ipul akan segera melakukan identifikasi dan akan segera mengisi jabatan-jabatan yang kosong tersebut.

“Kita dikasih warisan yang ngambang. Kita mau identifikasi ke dalam, kami segera isi kalau memang memungkinan secara aturan. Ya, nggak lebih dari 2 minggu, 3 minggu-lah. Ini nggak bisa jalan kalau tidak selesai. Ini PR pertama saya,” ujarnya.

Targetkan Dapat WTP dari BPK

Sebagaimana diketahui, selama dua tahun terakhir, Kota Pasuruan selalu mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Gus Ipul menilai laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari BPK sangat penting untuk dijadikan pijakan dalam mengevaluasi kinerja pemerintahan.

“BPK itu penting untuk mengelola pemerintahan. Sebab dari situlah segala sesuatu bisa dimulai,” ujar Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengungkapkan, salah satu yang menyebabkan Kota Pasuruan memperoleh predikat WDP adalah masalah konsolidasi aset daerah.

Untuk dalam kepemimpinannya nanti, ia punya target Kota Pasuruan harus memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ia akan membentuk tim dan berkomitmen untuk memperbaiki aset dan opini WTP dari BPK ditargetkan Gus Ipul bisa diperoleh Kota Pasuruan tahun ini.

“Kalau kita WTP, maka ada peluang kita bisa membawa program uang-uang insentif ke sini. Namanya Dana Insentif Daerah (DID),” lanjutnya.

Revitalisasi Alun-Alun sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa

Selain itu, kontraksi ekonomi juga turut menjadi prioritas Gus Ipul di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ia punya rencana untuk merevitalisasi Alun-Alun Kota Pasuruan sebagai kawasan pusat perdagangan dan jasa.

“Mengintegrasikan alun-alun, makam wisata religi, dan ada Mal Poncol. Itu harus terintegrasi jadi satu,” katanya.

Setelah ini ia bakal menggandeng pengusaha, pelaku UMKM, pelaku industri di Kota Pasuruan seperti industri mebel atau industri logam, termasuk sektor pariwisata. Dalam tiga bulan ke depan ia akan melakukan identifikasi apa yang diperlukan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Saya bangga dan senang karena Pilkada telah selesai. Kedua saya merasa terhormat diberi mandat masyarakat untuk melakukan perubahan. Saya beri waktu untuk identifikasi masalah kemudian langsung eksekusi,” tutup Gus Ipul. (asd)