Ramadan Bulan Penebus Dosa, Kiai Dumairi: Eman-Eman Gak Dimanfaatno

407

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Momentum terbesar dalam hidup umat Islam adalah Ramadan. Bulan ini bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk menebus segala dosa.

Sebagaimana diceritakan oleh KH. A. Dumairi Nalim, Ketua LDNU Kabupaten Pasuruan, umat manusia ini adalah keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa. meski diciptakan dari tanah, Nabi Adam dan Siti Hawa begitu dimuliakan dengan ditempatkan di surga.

Mengetahui hal itu, setan merasa iri dan menggoda keduanya melalui bisikan pada Siti Hawa yang meminta Nabi Adam memetikkan buah khuldi. Padahal, Allah Swt melarang mendekati pohon tersebut apabila tidak ingin menjadi orang yang zalim.

“Kita ini tidak lepas digudho (digoda) karena iblis itu tidak ada putus asanya mengusik manusia,” ujarnya pada program Ngalim.

Menurutnya, manusia tanpa terasa terus memupuk dosa yang disebabkan bisikan setan. Maka, dengan datangnya bulan Ramadan, umat manusia bisa memanfaatkannya sebagai upaya penebus dosa.

“Nah, dalam situasi ini sudah seharusnya kita menyadari, bahwa kita adalah manusia yang banyak dosa dan menjadikan bulan ramadan untuk momentum menebus dosa, eman-eman gak dimanfaatno,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Nabi Adam juga berpuasa untuk menebus dosa-dosanya. Hanya saja yang membedakan adalah manusia berpuasa dengan ketentuan “Ayyamamma’dudat” (dalam beberapa hari).

Maksudnya, adakalanya sempurna 30 hari atau kurang, sedangkan Nabi Adam berpuasa sebanyak 36 hari selama 1 satu tahun (3 hari dalam satu bulan).

“Maka dengan ini harapan kita bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya. Sesuai dengan syarat-syarat rukunnya, manfaat ibadahnya, dan jangan sampai melakukan hal-hal yang justru membatalkan dan menggugurkan amalan-amalan selama ramadan,” tutupnya. (trj/ono)