Menteri KKP Ziarah Makam Mbah Hamid dan Bagi – Bagi Ikan 1 Ton ke Warga

1273
Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono bersama Wakil Bupati Pasuruan dan Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri, Minggu (2/5/2021).

Pasuruan (wartabromo.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono berkunjung ke Pasuruan, Minggu (02/05/2021).

Kedatangan pria yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertahanan ini tak lain dalam rangka Ziarah ke Makam KH Abdul Hamid di belakang Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan, serta silaturrahim kepada para alim ulama di Pondok Pesantren (Ponpes Sidogiri).

Dari pantauan di lapangan, agenda berziarah ke Makam Kiyai Hamid dilakukan sekitar pukul 09.45 WIB. Di sana sudah ada Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf; Pengasuh Ponpes Bayt Al Hikmah yang tak lain putra alm Kiyai Hamid, yakni KH Idris Hamid; anggota Forpimda Kota Pasuruan dan para peziarah lainnya yang menyambut kedatangannya.

Selang 30 menit kemudian, Menteri Sakti kemudian bertolak menuju Ponpes Sidogiri untuk bersilaturrahmi dengan para kiyai maupun pengasuh Ponpes Sidogiri. Begitu selesai, Menteri Sakti lantas berfoto bersama dengan para pengurus Ponpes, Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron; dan pejabat lainnya.

Menurut Wahyu Sakti, KKP siap diajak kerja sama apabila Ponpes Sidogiri berencana menggelar MoU atau kegiatan dalam rangka penguatan program gemarikan (gerakan memasyarakatkan makan ikan).

“Pokoknya kita siap kalau sewaktu-waktu Ponpes Sidogiri memiliki program yang berhubungan dengan gemar ikan,” kata Sakti, sesaat setelah sesi foto selesai dilakukan.

Di akhir kunjungannya, Menteri menyerahkan secara simbolis bantuan 1 ton ikan segar dan 500 pack makanan olahan siap saji berbahan dasar ikan yang bisa dibagikan kepada warga setempat. Hanya saja, Menteri menegaskan bahwa sebenarnya bantuan tersebut diperuntukkan untuk para santri. Akan tetapi berhubung para santri tengah libur Ramadhan dan Hari Raya, maka alokasi bantuan dialihkan untuk warga setempat.

“Awalnya untuk santri. Tapi berhubung mereka sudah kembali ke rumahnya, maka kita berikan untuk warga setempat,” singkatnya.

Sementara itu, Innes Rahmania selaku Direktur Logistik Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP RI menjelaskan, untuk bantuan ikan segar dan 500 pack makanan olahan berasal dari produksi warga Kabupaten Pasuruan yang dibeli oleh KKP. Alasannya tak lain sebagai bagian dari upaya menghidupkan perekonomian lokal setempat.

“Ketika kita kunjungan, kita berikan 500 Pack untuk di setiap lokasi. Semuanya dalam bentuk olahan yang diproduksi oleh masyarakat setempat yang kita beli. Karena tujuan kami adalah untuk menghidupkan ekonomi setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut Innes menegaskan bahwa untuk 500 pack makanan olahan yang dibeli terdiri dari Lempuk krispi, abon lele, mie patin, bandeng presto sama otak otak. Makanan olahan tersebut sudah dalam kemasan siap makan dengan kualitas bagus dan rasa yang enak.

“Kita yakini, kualitasnya bagus dan rasanya OK. Sudah jadi dan siap makan bagi warga sekitar,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kiyai Bahrudin, Ketua Umum Ponpes Sidogiri mengungkapkan bahwa kedatangan Menteri KKP hanya ingin bersilaturrahim saja. Selain itu, tidak ada embel-embel permintaan bantuan kepada Pemerintah Pusat, karena Ponpes Sidogiri tidak pernah meminta atau menerima bantuan apa saja dari Pemerintah.

“Ponpes tidak menerima bantuan apa saja. Hanya ketempatan saja. Kami Tidak pernah mau menerima bantuan dari pemerintah. Biar tidak merepoti pemerintah, karena yang membutuhkan bantuan dari Pemerintah sudah banyak . Jadi Sidogiri mengalah saja,” ungkapnya. (mil/yog)