Air Terjun Granjangan, Surga Tersembunyi di Kaki Arjuno-Welirang

1680

Kepergian istrinya tidak hanya berdampak padanya secara pribadi. Tapi juga berdampak besar pada pengelolaan air terjun ini.

Kunjungan wisatawan berangsur menjadi sepi. Sampai sekitar tiga tahun ini, air terjun ini sepi pengunjung dan sepi perhatian.

“Padahal saya inginnya air terjun ini bisa mengangkat ekonomi warga sekitar. Apalagi di sekitar sini kan jual bunga hias, nah kalau ramai (air terjun) kan bisa ikut ramai jualannya. Tidak perlu dikirim ke Surabaya atau kota lain, cukup jualan di sini,” harapnya.

Pun perhatian dari pemerintah setempat juga minim. Memang sempat beberapa tahun silam sejumlah anggota dewan dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf membantu material untuk pembangunan jalan menuju air terjun.

“Mungkin tahun 2018, dari pak bupati nyumbang semen, dan anggota DPRD sini bantu semen dan pasir buat jalan itu. Saudara saya juga bantu untuk buat jalan ini,” ungkapnya.

Remon tidak berharap banyak dari air terjun ini. Dia ingin agar air terjun ini ramai kembali, dengan bantuan pemerintah atau siapapun.

“Ada yang ke sini saja saya sudah senang, ada teman ngobrol, jadi keslimur, nambah rezeki. Soal uang saya sudah ada nyambi jual bunga sama ngeramut sapi. Yang penting ramai, orang-orang sini ikut kecipratan,” pungkasnya.

Bagi pengunjung yang suka dengan pemandangan alam yang masih asri sekaligus ingin menikmati tantangan, bisa mengunjungi Air Terjun Granjangan. Buka setiap hari, namun perhatikan waktu berkunjung dan cuaca. Sehingga bisa menikmati keindahannya secara maksimal. (asd)