Kejari Akui FKDT Ikut Kumpulkan Duit Potongan BOP Kemenag

966
Para tersangka kasus BOP Kemenag Kota Pasuruan saat ditahan Kejari Kota Pasuruan, Kamis (27/5/2021) lalu. Foto: Istimewa.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejumlah pihak mendesak Kejari Pasuruan untuk mengusut pihak-pihak lain yang diduga turut terlibat dalam kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag. Salah satunya yakni dugaan keterlibatan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Pasuruan.

Mengenai hal ini, Kasi Intel Kejari Pasuruan, Wahyu Susanto menanggapi, FKDT dalam kasus ini adalah sebagai penerima BOP Kemenag. Para pengurus FKDT memiliki lembaga-lembaga yang menerima BOP.

“Lembaga FKDT di sini adalah organisasi yang notabene sebagai penerima bantuan,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, FKDT dimintai tolong oleh salah satu relawan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejari untuk menghimpun dana-dana potongan itu untuk selanjutnya disetorkan kembali ke relawan tersebut.

“Di sini yang kita tetapkan tersangka adalah orang yang paling bertanggung jawab aliran dana itu ke mana,” imbuh Wahyu.

Namun begitu, laporan investigasi WartaBromo sebelumnya telah mendapatkan konfirmasi dari bendahara FKDT Kota Pasuruan, Supriyadi. Supriyadi menyebut, bahwa duit potongan itu sebagai infak organisasi.

Wahyu tak mengelak bila FKDT terlibat dalam proses penyebaran SK bantuan. Termasuk, ikut menghimpun dana pungutan. Namun, ia berdalih bila duit potongan tersebut diserahkan kepada pihak lain.

Menurut Wahyu, berdasar hasil serangkaian penyidikan kasus ini, temuan kejari ialah duit pemotongan tersebut semua diserahkan kepada relawan.

“Sementara ini yang kita dapat, aliran dana ini semua diserahkan kepada tenaga relawan,” pungkas Wahyu. (tof/asd)