Ngopi Item Mesra, Cara Kota Probolinggo Kurangi Kantong Plastik

717

Mayangan (WartaBromo) – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus berkomitmen mengurangi penggunaan kantong plastik. Sebagai implementasi Perwali 29 tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, Pemkot Probolinggo menggandeng pelaku usaha dan mitra lingkungan hidup.

Komitmen bersama itu, ditandai dengan Ngopi Item Mesra (Ngobrol Peduli Lingkungan, Mitra, Perusahaan dan Masyarakat Menuju Sejahtera). Acara tersebut salah satu kegiatan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia.

Sedikitnya ada 17 perwakilan perusahaan dan 5 mitra lingkungan yang hadir di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), Kelurahan Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan pada Senin, 7 Juni 2021.

Kumpul bareng perwakilan perusahaan kurangi kantong plastik. Foto: Sundari AW.

Mereka bersepakat dan menandatangani tidak lagi menggunakan kantong plastik di tahun 2022. Isinya menyebutkan, perwakilan pelaku usaha berkomitmen untuk melaksanakan dan mendukung pengurangan penggunaan sampah plastik. Dengan pembatasan penggunaan kantong plastik, pemanfaatan kembali kantong plastik, penggunaan kantong plastik ramah lingkungan.

Kemudian menyepakati adanya pengurangan penggunaan plastik dan sejenisnya. Antara lain sedotan plastik, styrofoam, kemasan sachet dan kemasan kantong plastik kresek. Nanti, pelaku usaha akan menyediakan tas ramah lingkungan dan berbayar.

“Bersama stake holder dan perusahaan, kami berkomitmen untuk tidak menggunakan kantong plastik pada 2022 nanti. Untuk saat ini, kita pelan-pelan mengedukasi masyarakat, mengajak mereka untuk membawa kantong ramah lingkungan saat belanja. Sehingga tidak kaget ketika Perwali ini diterapkan, kan bisa hemat 200-300 rupiah dan lingkungan juga sehat,” kata Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin.

Wali Kota Probolinggo mengaku bersyukur bahwa semua stakeholder di Kota Probolinggo punya spirit yang sama. Menurutnya, jika pemerintah atau pelaku usaha dan mitra berjalan sendiri maka program yang diwujudkan tidak akan sempurna.

“Pelaku usaha dapat mengimbau karyawannya menjadi motor penggerak peduli lingkungan. Mari ciptakan kondisi di lingkungan sekitar menjadi lebih baik, ramah dan nyaman,” sebut pria yang karib dipanggil Habib Hadi itu.

Penandatanganan komitmen mengurangi penggunaan kantong plastik.

Ia berharap komitmen yang sudah ditandatangani, dapat menguatkan kembali edukasi. Agar masyarakat tidak lagi menambah limbah plastik. “Sedari sekarang kita edukasi masyarakat bahwa tahun 2022 di Kota Probolinggo zero penggunaan kantong plastik. Mudah-mudahan ini menjadi komitmen kita bersama,” tandas Wali Kota Probolinggo.

Melalui Ngopi Item Mesra, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berharap peran serta masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, lebih tinggi. Menjadi wadah komunikasi masyarakat dan stakeholder untuk komitmen bersama mewujudkan Kota Probolinggo Bestari.

“Penandatanganan komitmen bersama pemerintah dan stakeholder ini pada awal tahun 2022 bertekad tidak memakai kantong plastik. Ada waktu 6 bulan akan kami lakukan sosialisasi terus menerus,” kata Kepala DLH setempat, Rachmadeta Antariksa.

Setelah penandatanganan komitmen tersebut, DLH akan melakukan evaluasi dimulai pada satu bulan mendatang kepada perusahaan dan pelaku usaha. “Awal start berapa kantong plastik yang mereka gunakan, ketika sudah satu bulan nanti ada laporan berapa besar pengurangannya,” ucap dia.

Untuk memuluskan program itu, DLH sudah menggandeng 5 UKM binaan untuk memproduksi tas dari kertas daur ulang. “Kami juga mengapresiasi kegiatan TP PKK Kota Probolinggo ikut mendukung pengurangan sampah plastik,” tandas Detta.

Pelaksanaan Ngopi Item Mesra itu, di kawasan wisata tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Peserta Ngopi Item Mesra memakai masker dan menjaga jarak antara peserta. Sebagai salah satu ikhtiar Pemkot Probolinggo untuk mencegah penyebaran Covid-19. (saw/ADV)