Bersenggolan Dengan Pemotor, Guru SMKN 2 Probolinggo Tewas Terlindas Truk

1910

Kanigaran (WartaBromo) – Dua sepeda motor bersenggolan di Jalan Mastrip, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo pada Jumat (11/6/2021). Seorang pengendara tewas usai terjatuh dan dilindas truk muatan material aspal.

Korban tewas itu diketahui bernama Frandika Amanudin, 34, warga Jalan Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Guru SMKN 2 Kota Probolinggo itu, tewas terlindas truk yang disopiri Sahid, 55, warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.


“Dua motor itu melaju dari utara dan bersenggolan. Akhirnya, terlindas truk saya,” sebut Sahid.

Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Frandika mengemudikan Suzuki Satria nopol N 6382 SA dan Geo, 17, warga Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang mengendarai Honda Scoopy nopol N 6104 PI. Kedua motor itu sama-sama melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang dan tinggi. Geo membonceng ibunya, Tutik Agustina, yang menggendong balita, hendak ke rumah kerabatnya.

Sesampainya di pertigaan Jalan Mastrip menuju Jalan Indragiri, Kelurahan Jrebeng Kulon, Geo hendak yang menuju ke arah barat atau Indragiri. Sayangnya Geo yang tidak mempunyai SIM, diduga tidak menyalakan sein. Hal itu tidak disadari oleh Frandika melajukan motor lurus atau ke arah selatan.

Akibatnya, kedua sepeda motor tersebut bersenggolan. Pengendara kedua motor sama-sama terpental. Nahas, saat terpental korban terjatuh dan terlindas ban truk sebelah kiri. Karena disaat yang bersamaan ada truk dari arah selatan menuju utara.

“Kejadiannya sangat cepat, ndak nututi. Saya baru mengambil material aspal dari Pasuruan untuk dikirimkan ke Banyuglugur, Kabupaten Situbondo,” katanya.

Petugas mengamankan barang bukti motor dan truk. Sementara, korban dibawa ke RSUD Mohamad Saleh. “Human error,” ujar Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah ketika ditanya penyebab tabrakan.

AKP Roni Faslah mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati saat melewati Jalan Mastrip. Karena jalan poros selatan itu, saat ini volume kendaraannya lebih padat. Pasca dijadikan jalur alternatif. “Karena ada proses pembangun Jembatan Kedungasem,” tandas ia. (lai/saw)