Kreatif, Petani di Gondangwetan Ini Bajak Sawah Cukup dengan Remote Control

2526

Gondangwetan (WartaBromo.com) – Kreatif, inilah yang dilakukan oleh Muhammad Zainul. Petani asal Desa Wonosari, Gondangwetan, Pasuruan ini menggunakan traktor tanpa awak untuk membajak sawah.

Pria berumur 43 tahun ini memodifikasi traktor biasa menjadi traktor “siluman” yang bisa dikendalikan melalui remot kontrol.

Sehingga, ia dengan mudah membajak sawah tanpa repot berkubang lumpur. Tinggal berdiri di tepi sawah, ia sudah bisa mengatur kendali traktor akan ke mana.

Apalagi, dengan modifikasi yang dilakukan pada traktornya, Zainul bisa mengendalikan hingga jarak 1 kilometer.

Tujuan Zainul membuat modifikaai traktor siluman ini adalah karena sudah jarangnya operator traktor. Selain itu, agar para petani yang tergabung dalam kelompok tani bisa menekan ongkos untuk membajak sawah.

Baca Juga :   Jasad Berkaus Hitam di Gondangwetan Diduga Korban Tenggelam

“Ongkosnya lebih murah, untuk 1 hektar sawah 150 ribu,” ungkapnya.

Cukup mudah untuk mengoperasikan traktor ini, Zainul mempraktikkan cara mengoperasikannya. Menggunakan remote seperti remot mobil mainan, ia menggerakan tombol maju di sebelah kiri remote untuk menggerakkan traktor maju.

“Ini kopling kanan untuk belok kanan, kopling kiri belok kiri. Ini tuas maju untuk maju,” jelas Zainul, Kamis (10/6/2021).

Zainul mengubah sejumlah bagian traktor biasa dengan memasang roda khusus, dan alat pembajak khusus.

Dan yang paling utama adalah adanya piranti khusus yang terpasang di traktor sehingga bisa dioperasikan menggunakan remot. Agar seimbang, di bagian belakang traktor juga dibebani benda seberat 15-30 kg agar tidak terjungkal ketika berhenti.

Baca Juga :   Membangkitkan Pertanian Lewat Pesantren

“Ini full modifikasi sesuai medan, mulai dari roda sampai segala macam,” tuturnya.

Untuk membuat traktor ini, Zainul bekerja sama dengan rekannya seorang ahli teknologi. Sehingga traktor ini bisa dikendalikan hanya dengan remote.

“Dari oprek yang saya lakukan, total semuanya menghabiskan biaya Rp 50 juta,” imbuhnya.

Hingga kini, traktor ini sudah membajak sawah seluas 5 hektar dari 6 hektar lahan yang menjalin kerjasama.

“Setelah ini ada 6 hektar, sudah masuk ke kami, kemitraan dengan kami 50 hektar. Dan ini memang memudahkan petani dalam menggerap sawah, bukan hanya petani, operator juga mudah, tidak capek-capek. Cukup pencet remot, itu bisa jalan sendiri,” tandasnya. (oel/asd)