Permintaan Naik, Suplai Oksigen Probolinggo Dipastikan Aman

474

Dringu (wartabromo.com) – Gelombang penularan covid19 kali ini membuat sejumlah daerah mengalami kekurangan oksigen. Untuk wilayah Probolinggo sendiri, permintaan oksigen untuk rumah sakit meningkat 100 persen, di filling station Samator Dringu.

Setiap harinya, stasiun pengisian oksigen di jalan raya Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo bisa mencapai sekitar 472 tabung gas. Pengisian ratusan tabung itu, normalnya hanya delapan jam sehari. Namun sejak gelombang penularan covid19 kembali meningkat, permintaan oksigen untuk rumah sakit, juga meningkat.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai seratus persen dari kuota pengisian setiap harinya. Akibatnya, jam operasional stasiun pengisian di jalur pantura Probolinggo itupun bertambah. Dari semula hanya sekitar delapan jam, kini bisa sampai 14 jam.

Kepala Stasiun pengisian Samator Dringu, Donny Priambodo menyebut, pihaknya memastikan stok oksigen aman dan mampu menyuplai sampai sebagian wilayah tapal kuda Jawa Timur.

“Kadang liquidnya datang malam, tidak sampai dua hari sudah habis,” katanya, Rabu (7/7/2021).

Sejauh ini, Samator sendiri sudah menerapkan koneksi data sistematis. Melalui kontrol yang ada di stasiun pengisian Dringu, bisa diketahui, rumah sakit mana yang mengalami kekurangan stok. Sehingga pihaknya bisa segera mengirim persediaan oksigen.

Peningkatan permintaan itu, memang bisa dipenuhi dengan baik. Namun kadang, pihaknya kekurangan tabung oksigen. Lantaran rumah sakit yang kehabisan stok oksigen, menumpuk tabung kosong. Tidak segera dikirim kembali ke stasiun pengisian.

Dengan kondisi itu, Kaporles Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi meminta pada masyarakat agar tidak latah dan panik. Lantaran stok oksigen untuk rumah sakit di wilayahnya, dipastikan aman. “Tidak perlu panik, stok oksigen aman. Yang penting masyarakat patuhi PPKM Darurat ini,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya menghimbau pada masyarakat agar senantiasa disiplin protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, memakai dua lapis masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktifitas di luar. Jika tidak dalam keadaan darurat. (lai/saw)