Rumah Sakit Kewalahan, Pemkab Pasuruan Berdayakan Puskesmas untuk Bantu Tangani Pandemi

1083
RSUD Bangil. Melonjaknya kasus Covid-19 membuat layanan IGD dibuka-tutup. Foto: Miftahul Ulum.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencana memberdayakan puskesmas untuk menangani pasien Covid-19. Pasalnya, rumah sakit rujukan Covid-19 sudah kewalahan.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menuturkan, dalam mengatasi antrean pasien Covid-19 di rumah sakit, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah rencana. Di antaranya menambah bed (tempat tidur) untuk di rumah sakit rujukan.

“Kedua, kami sedang menggalang agar Puskesmas-puskesmas untuk pelayanan isolasi mandiri,” terang Anang, Rabu (21/7/2021).

Menurut Sekda, puskesmas nantinya akan berperan dalam mengedukasi pasien covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman). Termasuk tata cara isoman dan anjuran-anjuran selama isoman.

“Minimal edukasi kepada masyarakat yang isolasi mandiri, harus melakukan tindakan apa, harus makan yang banyak vitamin,” tambahnya.

Lalu, apakah tenaga kesehatan yang disiagakan di Puskesmas tersebut siap? Anang berharap para nakes yang sedang terpapar Covid-19 bisa segera sembuh. Sehingga bisa segera berjuang kembali menangani Covid-19.

“Karena apa, vaksinasi juga harus jalan, kedua pelayanan orang-orang yang isolasi mandiri,” tutupnya.

Dalam beberapa hari sebelumnya, kondisi IGD RSUD rujukan Covid-19 milik Pemkab Pasuruan sudah kewalahan menangani pasien yang hendak berobat. IGD RSUD Bangil menerapkan sistem buka tutup, sedangkan IGD RSUD Grati sempat tutup selama 4 hari untuk penataan pasien. (oel/asd)