Ini Motif Suami yang Gebuk Istri hingga Tewas

2782
Tersangka Sukari saat menjalani perawatan. Foto: Istimewa.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Seorang suami di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan tega menganiaya istrinya sampai tewas. Dari penyelidikan pihak kepolisian, penganiayaan ini diduga dilatari depresi yang dialami pelaku, Sukari (59).

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo menyatakan, kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan sang istri, Miati (46) ini sudah ditangani Satreskrim Polres Pasuruan. Motif awal dari penganiayaan ini diduga karena adanya hubungan yang tak harmonis antara pelaku dan korban.

“Dan diduga juga, diduga keras motif awalnya, pelaku ini mengalami depresi atau gangguan jiwa,” AKP Adhi Putranto Utomo, Sabtu (28/8/2021).

Untuk dugaan depresi dan gangguan jiwa yang dialami pelaku, kata Adhi, masih dilakukan pendalaman lebih lanjut. Dengan memeriksakan pelaku ke dokter jiwa.

Adapun untuk mengantisipasi kemarahan warga terhadap pelaku, pihak kepolisian sudah mengamankan pelaku di tahanan Mapolres Pasuruan. Sekaligus melakukan pengamanan di sekitar TKP.

“Dibantu oleh Polsek Winongan, dan tersangka sendiri sudah kami amankan di Mapolres Pasuruan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan ditangkap polisi. Ia ditangkap setelah menganiaya istrinya hingga tewas.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (28/08/2021) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Informasi yang dihimpun WartaBromo, pelaku yang bernama Sukari (59) tersebut sebelum menganiaya Miati (49), istrinya, pergi ke luar rumah. Lalu ketika pulang, ia tiba-tiba menganiaya istrinya.

“Menurut keterangan, istrinya dipukul pakai balok kayu,” kata Kapolsek Winongan, Iptu Agus Purnomo.

Agus menyebut Sukari memukul bagian kepala dan badan Miati beberapa kali hingga mengakibatkan Miati terluka parah dan meninggal dunia. Peristiwa ini pun mengundang atensi warga sekitar. Sampai akhirnya, pelaku diamankan pihak kepolisian. (oel/asd)