Jejak Politik Tantri : Staf Bank, Bupati, dan Sel KPK

4001

 

Probolinggo (WartaBromo.com) – Karir politik Puput Tantriana Sari cukup cemerlang sebelum ditangkap oleh KPK RI. Di usia 30 tahun, ia memegang tampuk pimpinan tertinggi di Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo non-aktif itu, bukanlah wanita asli Kabupaten Probolinggo. Ia lahir dan besar di Kabupaten Ponorogo. Tercatat lahir pada 23 Mei 1983. Mengeyam bangku pendidikan di SDN Baosan Lor 1 tahun 1989 – 1995, SLTPN 4 Ponorogo tahun 1995 – 1998, SMUN 2 Ponorogo tahun 1998 – 2001.

Sebelum menikah dengan Hasan Aminuddin dan menjadi Bupati Probolinggo, Tantriana pernah bekerja sebagai staf di BPD Jatim pada 2004 sampai 2008 silam. Hasan Aminuddin menikahi Tantri pada akhir tahun 2008, tak lama setelah bercerai dengan Dian Prayuni pada 16 Oktober 2008.

Sejak itulah, Tantri mendampingi Hasan Aminuddin sebagai ketua PKK. Kemudian ia didorong untuk mencalonkan diri menjadi Bupati Probolinggo. Ia resmi menggantikan suaminya sebagai Bupati Probolinggo 2013-2018. Dilantik dalam usia 30 tahun pada 20 Februari 2013 silam. Tercatat sebagai bupati perempuan termuda di Indonesia, dan wanita pertama di Probolinggo yang menjadi bupati.

Baca Juga :   Puluhan ABG Pesta Miras di Alun-alun Kraksaan

Tantri yang mengandeng HA Timbul Prihanjoko, politisi PDIP, ditetapkan sebagai pemenang berdasar rekapitulasi suara Pemilihan Bupati Probolinggo (Pilbup Probolinggo) oleh KPUD setempat Rabu (14/11/2012). Unggul atas 2 pasangan lainnya, yakni Salim Qurays-Agus Setiawan (Bagus) dan Kusnadi-Wahid Nurrahman (Kawan).

Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara, pasangan P. Tantriana Sari-Timbul Prihanjoko (Hati) memperoleh suara 250.892 (40,71 persen), pasangan Salim Qurays-Agus Setiawan (Bagus) 190.702 suara (30,95 persen), dan Kusnadi-Wahid Nurrahman (Kawan) meraih suara 174.596 (28,34 persen). Total suara sah mencapai 616.190 suara atau sekitar 73,10 persen.

Pasangan itu, kemudian mencalonkan diri kembali pada Pilbup tahun 2018. Pasangan petahana itu, ditantang oleh pasangan Abdul Malik Haramain – Mohamad Muzayyan (MMC) pada Pilbup yang digelar pada pada 27 Juni 2018.

Baca Juga :   Mengabdi Bangun Probolinggo, Tantri : Mohon Maaf, Masih Compang-camping

Dari total suara sah, Paslon Puput Tantriana Sari – HA Timbul Prihanjoko (HATI) memperoleh 345.473 suara (54,93%). Sementara paslon Abdul Malik Haramain – Mohamad Muzayyan (MMC) hanya mengantongi 254.337 suara (40,44%). Angka itu terpaut cukup jauh, yakni 91.136 (14, 49%).

Pasangan itu, ditetapkan sebagai pemenang dalam rekapitulasi yang digelar KPUD setempat pada 4 Juli 2018. Acara pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo 2018-2023, oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, pada Senin (24/9/2018).

Selama menjabat sebagai Bupati Probolinggo, banyak penghargaan yang diraih oleh Puput Tantriana Sari. Baik secara individu maupun kelembagaan. Seperti penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Probolinggo. Sesuai yang tak pernah diraih oleh Hasan Aminuddin, Bupati Probolinggo sebelumnya. Bahkan raihan WTP itu, 8 kali secara beruntun sejak 2013.

Baca Juga :   Balita di Kraksaan Tewas Tenggelam, Sesaat Setelah Mainannya Hanyut

Catatan cemerlang Tantri di panggung politik tercoreng. Ia kena OTT KPK RI pada Senin dinihari, 30 Agustus 2021. Suami Tantri yang juga Anggota DPR RI Fraksi NasDem Hasan Aminuddin juga turut ditangkap. Bersama pasutri itu, ada 8 orang lainnya yang tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN). Lima menjabat camat dan 3 non eselon.

Dari OTT itu, KPK menyita uang sebesar Rp362 juta. Dari rumah di Jalan Ahmad Yani nomor 9 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mereka dibawa ke Mapolda Jatim, Surabaya. Selanjutnya dibawa ke Kantor KPK RI Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.