Motor Curian Milik Warga Leces Ditemukan di Facebook

1901
Motor Curian Milik Warga Leces Ditemukan di Facebook

Leces (wartabromo.com) – Komplotan pelaku curanmor dibekuk unit Reskrim Polsek Leces. Penangkapan ini usai salah satu pelaku mengunggah sepeda motor di forum jual beli (FJB) facebook.

Sepeda motor itu milik Mochammad Arifin, warga Desa/Kecamatan Leces, yang hilang pada 4 Oktober 2021. Saat itu, motor diparkir di teras rumah, usai dipakai Firman Ghazali, anaknya. Sang anak memastian, motor dalam kondisi setir dikunci.

Menjelang tengah malam, Arifin tak mendapati motor tersebut. Bahkan anaknya yang terakhir memakai juga tak tahu keberadaannya. Usai dicari-cari, Arifin pun melaporkan hilangnya motor miliknya ke polisi.

Pada 20 Januari 2022, Arifin melihat 1 unit motor dijual di FJB Facebook. Sangat mirip dengan ciri-ciri sepeda motornya.

Baca Juga :   Gerindra Sarankan Gus Ipul Bersabar Menunggu Pilgub hingga BOS Boleh Digunakan untuk Belanja Paket Data | Koran Online 29 Juli

“Karena hafal dengan ciri-ciri motornya, korban pun berpura-pura menjadi pembeli. Serta melihat kondisi motor itu. Yakin itu miliknya, ia pun mendatangi kami,” kata Kapolsek Leces, AKP Ahmad Ghandi, melalui Kanit Reskrim Aipda Eko Apriyanto, Sabtu (22/1/2022).

Dari informasi itu, polisi bersama korban mencoba mengecek langsung kendaraan dimaksud. Ternyata memang benar, milik korban yang hilang setahun lalu. Meski ada bagian tertentu yang sudah diubah.

“Setelah itu petugas mengamankan barang bukti ranmor dan melakukan penangkapan terhadap penadah pertama bernama M. Hodli,” imbuh lelaki yang akrab disapa Apri ini.

Selanjutnya, dari penangkapan penadah itu, polisi terus lakukan pengembangan. Sampai akhirnya ada 9 penadah yang diamankan. Mereka di antaranya adalah Abdul Jalal, Untung, Hesim, Solehudin, Musleha, Bakir dan Sanusi. Serta sejumlah kendaraan bermotor.

Baca Juga :   Truk Ekspedisi Terbakar di Pantura Probolinggo

Masing-masing tersangka, punya peran berbeda. Mulai dari hanya menjual. Sampai ada yang bertugas sebagai pengubah nomer rangka dan nomer mesin.

“Kami masih terus lakukan pengembangan jaringan pencurian motor ini,” tandasnya.

Kuat dugaan, di balik para pelaku ini masih ada jaringan yang lebih besar. Mulai dari pelaku atau eksekutor, sampai dengan penadah lainnya. Mengingat aksi pencurian kendaraan bermotor saat ini begitu marak di kawasan Probolinggo raya. (lai/saw)