Waduh! Laut Pasir Bromo Jadi ‘Tempat Sampah’

1501
Tumpukan sampah di lautan pasir Bromo. Foto: tangkapan layar

Sukapura (WartaBromo.com) – Kelestarian alam di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terancam. Kawasan laut pasir Bromo, belakangan dipenuhi sampah dari wisatawan maupun jasa perjalanan tak bertanggung jawab. Hal itupun memantik emosi para relawan penjaga Bromo.

Seperti yang ditemui relawan Forum Sahabat Gunung. Ada tumpukan sampah di belakang area warung, di parkiran Laut Pasir Bromo, tepatnya di sebelah utara Pura Luhur Poten.

Salah satu relawan dalam Forum Sahabat Gunung, Gondo Andono menyebut, pihaknya mendapat kontak dari Teko, salah satu pemilik warung.

“Semula memang ada rombongan wisatawan makan di sekitar warung Pak Teko itu. Oleh beliau, sudah diingatkan agar sampahnya dikumpulkan di tempat sampah, atau dititipkan ke warung agar tidak mengotori lingkungan sekitar,” terang Gondo, melalui seluler, Minggu (27/2/2022).

Baca Juga :   Ada Air Cukup Deras Melimpas di Lautan Pasir Bromo, Begini Penjelasannya

Usai berpesan pada rombongan tersebut, Teko pun melanjutkan aktivitasnya. Melayani wisatawan lain yang datang ke warungnya. Sampai akhirnya keadaan sepi, dan tampaklah tumpukan sampah bekas makanan rombongan tersebut. Berada di belakang warung Teko.

Dari boks makanan yang sengaja dibuang sembarangan itu ada nama hotel dari kawasan Malang. Apakah boks makanan tersebut hanya dipesan oleh travel penyedia jasa atau merupakan tamu hotel tersebut, masih belum diketahui.

Aksi buang sampah sembarangan bekas makanan seperti ini, sebut Gondo, bukan hanya terjadi sekali. “Kalau dari Whiz Sukapura sini dua kali, tapi kami sudah peringatkan langsung. Karena ada di Probolinggo. Kalau buang sampah sembarangan begini kan sama saja merusak alam Bromo,” imbuhnya.

Baca Juga :   TNBTS Larang Pengunjung Naik ke Kawah Bromo

Aksi itupun sangat disayangkan. Lantaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sudah tersedia titik-titik tempat pembuangan sampah. Jika tidak menemui tempat pembuangan sampah, wisatawan juga bisa menitipkan sampah yang ada ke pemilik warung. Yang sudah di edukasi untuk turut serta dalam menjaga dan mengelola sampah. Sehingga tidak mengotori alam Bromo.

“Namun yang lebih baik, dan selalu kami tekankan pada tour leader, travel, atau pemandu wisata, agar meminta wisatawan dalam rombongan mereka untuk membawa turun sampahnya. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali foto untuk kenang-kenangan. Mari turut serta jaga kelestarian alam. Baik itu di Bromo maupun di lokasi wisata alam lainnya,” tandasnya. (lai/saw/asd)